Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menghitung Pembayaran Pinjaman serta Proporsi Pokok dan Bunganya

Menghitung Pembayaran Pinjaman, Pokok dan Bunga

Terlepas dari kontroversi yang tidak akan ada habisnya di masyarakat mengenai apakah bunga pinjaman termasuk riba atau bukan, banyak dari kita yang secara tidak sadar mengandalkan pinjaman berbunga untuk memperoleh sesuatu yang kita inginkan, baik untuk tujuan konsumtif, investasi, maupun modal kerja.

Sebelum memutuskan untuk mengambil pinjaman, hal utama yang akan menjadi perhatian debitur maupun kreditur adalah berapa nilai cicilan yang harus dibayarkan per bulannya, agar dapat memberikan gambaran mengenai kapasitas debitur dalam melunasi pinjaman tersebut dan juga agar dapat memperhitungkannya dengan pinjaman yang sudah ada dalam rangka mengelola sumber keuangan debitur agar tidak membebaninya dan berujung pada kredit macet. 

Pada tulisan ini, saya akan memberikan contoh sederhana mengenai perhitungan kredit konsumtif perorangan. Unsur-unsur yang dijadikan dasar perhitungan yaitu harga barang, tenor pinjaman, dan juga tingkat suku bunga. Software MS. Excel dapat membantu untuk memberikan gambaran atau informasi bagaimana unsur-unsur ini mempengaruhi arus keuangan.

Kita dapat menggunakan beberapa fungsi keuangan di Excel untuk memproses perhitungan angka-angka pinjaman dengan menginput angka-angka yang relevan dengan fungsi ini, yaitu nilai pokok pinjaman, tingkat suku bunga, periode pembayaran, dan jangka waktu pinjaman. 
  • Nilai pokok pinjaman adalah jumlah uang yang kita pinjam. Dalam kasus ini untuk pembelian Yamaha NMax 2020, maka nilai pokok pinjamannya adalah Rp 30.000.000,00
  • Tingkat suku bunga adalah cost atau biaya untuk meminjam yang dibayar oleh debitur kepada kreditur. Biasanya tingkat suku bunga dinyatakan sebagai persentase per tahun.
  • Periode pembayaran: Pinjaman konsumtif biasanya dibayarkan secara periodik dan seringnya periode tersebut adalah bulanan.
  • Jangka waktu pinjaman adalah jumlah periode pembayaran dan pada kredit untuk kepemilikan motor, biasanya jangka waktu pinjaman adalah 12 hingga 36 bulan pembayaran.
  • Pembayaran adalah jumlah pembayaran yang dibayarkan pada tiap periode pembayaran.
Kelima unsur tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Bila kita meminjam dengan jumlah yang lebih besar dan unsur-unsur lainnya nilainya tetap, maka pembayaran bulanan akan lebih besar. Begitu juga bila nilai suku bunga lebih rendah, namun unsur-unsur lainnya nilainya tetap, maka pembayaran bulanan bisa lebih kecil.

Fungsi PMT

Untuk mengkalkulasikan nilai pembayaran, apabila diketahui nilai pokok pinjaman, tingkat suku bunga, dan jangka waktu pinjaman, maka dapat menggunakan fungsi PMT untuk menentukan nilai pembayaran.
  • Nilai pokok pinjaman Rp 30.000.000,00
  • Tingkat suku bunga tahunan 7.5%
  • Periode pembayaran bulanan selama 36 bulan

Menghitung cicilan pinjaman dengan excel


Langkah-langkah untuk melakukan perhitungan ini adalah:
  1. Masukan nilai pokok pinjaman, tingkat suku bunga tahunan, dan jumlah periode pembayaran.
  2. Untuk menghitung tingkat suku bunga per periode pembayaran dengan tepat, maka tingkat suku bunga perlu dibagi 12 (tingkat suku bunga adalah per tahun dan periode pembayaran adalah tiap bulan).
  3. Ketik fungsi =PMT( pada pembayaran bulanan. Selanjutnya akan muncul pop up yang menunjukkan perintah yang harus dimasukkan dalam fungsi tersebut.
  4. Untuk rate klik cell tingkat suku bunga dibagi dengan 12.
  5. Ketik (,).
  6. Untuk nper klik cell periode pembayaran.
  7. Ketik (,).
  8. Untuk PV atau present value atau nilai sekarang klik cell nilai pokok pinjaman.
  9. Ketik ) dan tekan enter.
  10. Maka akan muncul angka yang menunjukkan jumlah pembayaran tiap bulannya. Terkait nilainya yang negatif, hal ini menunjukkan bahwa pembayaran merupakan kas keluar.
Meskipun fungsi PMT menghasilkan nilai pembayaran yang konstan per periodenya, sebenarnya pembayaran tersebut mengurangi dua bagian yang terutang, yaitu pembayaran pokok pinjaman dan pembayaran bunga.

Untuk menghitung porsi masing-masing dari pembayaran pokok dan pembayaran bunga pada periode tertentu, dapat menggunakan fungsi IPMT dan PPMT.

Fungsi IPMT

Fungsi IPMT memberikan hasil perhitungan pembayaran bunga untuk periode tertentu. Jumlah pembayaran bunga berbeda pada tiap periode pembayarannya. Pada umumnya, porsi untuk pembayaran bunga paling tinggi adalah pada periode pertama, dan berangsur-angsur akan turun untuk tiap periode berikutnya.

Mengambil contoh perhitungan sebelumnya, pinjaman tersebut memiliki 36 periode pembayaran, dan kita ingin mengetahui berapa besarnya bunga yang dibayarkan pada pembayaran ke-12. Mengetahui hal ini dapat berguna karena pembayaran bunga merupakan salah satu faktor pengurang pajak.


Menghitung cicilan bunga pinjaman dengan excel


Langkah-langkah untuk melakukan perhitungan ini adalah: 
  1. Masukan nilai pokok pinjaman, tingkat suku bunga tahunan, jumlah periode pembayaran, dan periode angsuran yang ingin kita ketahui jumlah pembayaran bunganya. 
  2. Untuk menghitung tingkat suku bunga per periode pembayaran dengan tepat, maka tingkat suku bunga perlu dibagi 12 (tingkat suku bunga adalah per tahun dan periode pembayaran adalah tiap bulan). 
  3. Ketik fungsi =IPMT( pada pembayaran bunga periode ke-. Selanjutnya akan muncul pop up yang menunjukkan perintah yang harus dimasukkan dalam fungsi tersebut. 
  4. Untuk rate klik cell tingkat suku bunga dibagi dengan 12. 
  5. Ketik (,). 
  6. Untuk per klik cell periode angsuran ke-. 
  7. Ketik (,). 
  8. Untuk nper klik cell periode pembayaran. 
  9. Ketik (,). 
  10. Untuk PV klik cell nilai pokok pinjaman. 
  11. Ketik ) dan tekan enter. 
  12. Maka akan muncul angka yang menunjukkan porsi pembayaran bunga pada periode spesifik yang kita tentukan, dalam contoh ini adalah pada periode ke-12. 

Fungsi PPMT

Selanjutnya, fungsi PPMT adalah untuk mengetahui pembayaran nilai pokok pada periode tertentu yang ingin kita analisis. Sama seperti porsi pembayaran bunga yang bervariasi jumlah pembayaran per periodenya, demikian juga dengan pembayaran nilai pokok. Namun, karena nilai pembayaran bunga semakin menurun untuk tiap periodenya, maka pembayaran pokok akan semakin besar untuk tiap periodenya.


Menghitung cicilan pokok pinjaman dengan excel


Langkah-langkah untuk melakukan perhitungan ini adalah:
  1. Masukan nilai pokok pinjaman, tingkat suku bunga tahunan, jumlah periode pembayaran, dan periode angsuran yang ingin kita ketahui jumlah pembayaran pokoknya. 
  2. Untuk menghitung tingkat suku bunga per periode pembayaran dengan tepat, maka tingkat suku bunga perlu dibagi 12 (tingkat suku bunga adalah per tahun dan periode pembayaran adalah tiap bulan). 
  3. Ketik fungsi =PPMT( pada pembayaran pokok periode ke-. Selanjutnya akan muncul pop up yang menunjukkan perintah yang harus dimasukkan dalam fungsi tersebut. 
  4. Untuk rate klik cell tingkat suku bunga dibagi dengan 12. 
  5. Ketik (,). 
  6. Untuk per klik cell periode angsuran ke-. 
  7. Ketik (,). 
  8. Untuk nper klik cell periode pembayaran. 
  9. Ketik (,). 
  10. Untuk PV klik cell nilai pokok pinjaman. 
  11. Ketik ) dan tekan enter. 
  12. Maka akan muncul angka yang menunjukkan porsi pembayaran pokok pada periode spesifik yang kita tentukan, dalam contoh ini adalah pada periode ke-12. 

Perhatikan pada contoh-contoh perhitungan di atas, nilai pembayaran per periode akan selalu tetap, hanya saja proporsi antara pokok dan biayanya akan selalu berbeda. Untuk lebih memahami hal ini, cobalah untuk melakukan perhitungan di atas, namun untuk spesifik periode pembayaran bunga dan pokoknya diganti.