Advertisement

Ad Code

Memahami Diskon Perdagangan dan Diskon Tunai

Diskon Perdagangan dan Diskon Tunai

Diskon perdagangan dan diskon tunai sama-sama merupakan potongan harga yang diberikan oleh perusahaan ke pelanggan, namun, memiliki tujuan yang sedikit berbeda.

Perusahaan dagang sering kali menerbitkan katalog untuk menginformasikan barang yang dijual, yang dilengkapi dengan gambar, deskripsi, dan juga harga barang tersebut.

Harga dalam katalog tersebut disebut dengan harga jual.

Ketika perusahaan ingin menjual barang di bawah harga yang tertera di katalog, perusahaan melakukannya dengan menawarkan diskon.

Penawaran ini biasanya dilakukan tanpa menerbitkan katalog baru, namun, cukup dengan menambahkan satu lembar penawaran diskon pada katalog yang ada.

Diskon dengan tipe seperti di atas, biasa disebut dengan diskon perdagangan (trade discount).

Di samping diskon perdagangan, ada juga yang disebut dengan diskon tunai (cash discount).

Diskon tunai adalah diskon yang ditawarkan oleh perusahaan dagang untuk mendorong pembeli membayar tagihannya lebih awal.

Diskon Perdagangan

Diskon perdagangan merupakan persentase pengurangan harga jual suatu barang. 

Formulanya adalah sebagai berikut:

Diskon Perdagangan \(= \text{Rate} \times \text{Harga Jual}\)

Harga bersih dari barang yang dijual ditentukan dengan mengurangi harga jual dengan diskon perdagangan:

Harga Bersih \(= \text{Harga Jual} - \text{Diskon Perdagangan}\)

Asumsikan harga mobil Xpander adalah senilai 250 juta. Perusahaan menawarkan diskon perdagangan sebesar 10%, maka, jumlah diskon dan harga bersihnya adalah:

Diskon Perdagangan \(= \text{Rate} \times \text{Harga Jual}\)

\(= 0.10 \times 250 \, \text{juta}\)

\(= 25 \, \text{juta}\)

Harga Bersih \(= \text{Harga Jual} - \text{Diskon Perdagangan}\)

\(= 250 \, \text{juta} - 25 \, \text{juta}\)

\(= 225 \, \text{juta}\)

Harga bersih juga dapat dihitung dengan menggunakan rate pelengkap. Untuk menghitung rate pelengkap, cukup kurangkan 100% dengan rate diskon.

Jadi, kalau rate diskon adalah sebesar 40%, maka rate pelengkap adalah 100% - 40% = 60%.

Formula untuk menghitung harga bersih dengan rate pelengkap adalah:

Harga Bersih \(= (100\% - \text{Rate Diskon}) \times \text{Harga Jual}\)

Mengambil contoh sebelumnya, dengan menggunakan rate pelengkap, maka, harga bersih dari mobil Xpander tersebut adalah:

Harga Bersih \(= (100\% - 10\%) \times 250 \, \text{juta}\)

\(= 0.9 \times 250 \, \text{juta}\)

\(= 225 \, \text{juta}\)

Diskon Tunai

Diskon tunai merupakan diskon yang diberikan kepada pelanggan untuk mendorong pelanggan membayar tagihan lebih awal.

Batas waktu untuk mendapatkan diskon ditetapkan di awal pada invoice. Bila pelanggan membayar sebelum batas waktu tersebut berakhir, maka, pelanggan tersebut dapat mengurangi sekian persen dari nilai tagihannya.

Diskon tunai akan tertera pada lembar tagihan atau invoice sebagai berikut:

2/10 , n/30

Istilah di atas dimaksudkan untuk memberi informasi ke pelanggan, bahwa bila pelanggan membayar dalam jangka waktu 10 hari setelah tanggal invoice maka akan mendapatkan potongan sebesar 2%.

Bila pelanggan membayar dalam waktu 10 hingga 30 hari, maka, pelanggan membayar jumlah penuh atas tagihannya dan tidak mendapat diskon.

Selanjutnya, bila pelanggan tidak membayar tagihan dalam waktu 30 hari, maka, tagihan tersebut menjadi jatuh tempo dan biaya tambahan berupa denda mungkin saja dikenakan.

Terkait piutang tak tertagih, kamu dapat membaca tulisan saya yang berjudul "Perlakuan Piutang Tak Tertagih dalam Akuntansi".

Diskon tunai tidak berlaku untuk barang yang dikembalikan (retur) dan untuk biaya pengiriman.

Diskon Tunai: Perhitungan Pembayaran Invoice

Asumsikan sebuah invoice memiliki syarat pembayaran 2/10,n/30. Invoice tersebut terbit tanggal 15 November. Jadi, waktu yang dimiliki oleh pelanggan untuk membayar tagihan tersebut supaya mendapat diskon yaitu:

Dalam hal ini, perhitungannya sangat simpel, cukup dengan menambahkan tanggal invoice dengan jumlah hari diskon atau 15 + 10 =25. Sehingga, untuk mendapatkan diskon, pembeli dapat membayar kapan saja pada atau sebelum tanggal 25 November.

Diskon Tunai: Perhitungan Pembayaran Invoice dengan Syarat 3/12, n/30

Pada contoh kasus lainnya, asumsikan sebuah invoice memiliki syarat pembayaran 3/12, n/30. Tanggal invoice adalah tanggal 25 November. Jadi, hari terakhir bagi pelanggan untuk membayar tagihan agar mendapat diskon adalah:

Dalam hal ini, 10 hari dari tanggal 25 November, masuk ke bulan berikutnya atau bulan Desember.

Sehingga, pertama-tama, perlu dihitung jumlah hari dari tanggal faktur hingga akhir bulan, yaitu 30 November: 30 - 25 = 5 

Selanjutnya, hitung 7 hari dari awal bulan Desember, karena 12 - 5 = 7.

Atas perhitungan tersebut, didapatkan tanggal 7 Desember sebagai tanggal terakhir bagi pelanggan untuk membayar tagihannya agar mendapatkan diskon.

Diskon Tunai: Pengertian dan Contoh 'End-of-Month' (EOM)

Tipe lainnya dari diskon tunai adalah the end-of-month (EOM).

Misalnya, syarat pembayaran adalah 2/10 EOM. Dalam hal ini, jika tagihan dibayarkan selama 10 hari pertama pada bulan berikutnya, maka pelanggan menerima diskon 2%.

Jadi, jika faktur tertanggal 6 November dan syarat pembayarannya 2/10 EOM, pelanggan dapat membayar tagihan kapan saja hingga dan termasuk tanggal 10 Desember, untuk mendapatkan diskon sebesar 2%.  

Diskon Tunai: Pengertian dan Contoh 'Receipt-of-Goods' (ROG)

Tipe selanjutnya dari diskon tunai adalah the receipt-of-goods (ROG).

Syarat diskon ini dinyatakan sebagai 3/10, n/30 ROG. Syarat ini menginformasikan bahwa pelanggan memiliki waktu 10 hari setelah menerima barang, untuk membayar tagihan, agar mendapatkan diskon 3%.

Perhatikan, pada ROG, tanggal invoice diabaikan.

Asumsikan, pada tanggal 15 November, PT XYZ menerima 50 smartphone dengan total harga 50 juta. Invoice bertanggal 25 Oktober memiliki syarat pembayaran 3/10, n/30 ROG. Jika PT XYZ membayar tagihan pada tanggal 20 November, maka yang dibayarkan adalah sebesar:

Karena invoice menyatakan ROG, pelanggan memiliki waktu 10 hari sejak tanggal 15 November untuk mendapatkan diskon. Ini artinya, PT XYZ memiliki batas waktu hingga tanggal 25 November. 

PT XYZ membayar pada tanggal 20 November sehingga mereka berhak mendapatkan diskon 3%:

Diskon \(= 3\% \times 50 \, \text{juta} = 1,5 \, \text{juta}\)

Harga Bersih \(= 50 \, \text{juta} - 1,5 \, \text{juta} = 48,5 \, \text{juta}\)

Penutup

Diskon perdagangan merupakan diskon yang diberikan untuk memicu pelanggan membeli barang dagang yang ditawarkan perusahaan, sedangkan diskon tunai diberikan untuk memicu pelanggan membayar tagihannya lebih awal.

Ketika pembeli mendapatkan diskon perdagangan dan diskon tunai sekaligus, maka, diskon perdagangan dikalkulasikan terlebih dahulu, barulah diskon tunai dikenakan atas harga barang setelah dikurangi dengan jumlah diskon perdagangan. 

Sebagai tambahan mengenai diskon, perlu juga dipahami mengenai persyaratan pengiriman. 

Bila bill of lading menyatakan free on board (FOB) shipping point, maka, pembeli membayar biaya pengiriman ke perusahaan pengangkutan, sedangkan bila bill of lading menyatakan FOB destination, maka, penjual yang bertanggung jawab membayar biaya pengiriman ke perusahaan pengangkutan.

Baik diskon perdagangan maupun diskon tunai, tidak berlaku untuk biaya pengiriman.

Sekian tulisan saya mengenai pengertian diskon perdagangan dan diskon tunai, beserta cara perhitungannya.

Stay safe and stay healthy. Take care!

Post a Comment

0 Comments

Comments