Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menghitung Harga Wajar Obligasi

Menghitung Harga Wajar Obligasi

Ketika perusahaan membutuhkan pendanaan dari luar (external financing) untuk kebutuhan modal kerja-nya, perusahaan dapat mengajukan pinjaman ke bank dengan jangka waktu pinjaman, biasanya di bawah satu tahun. 

Tetapi, bila perusahaan membutuhkan dana besar untuk investasi jangka panjangnya, yang mana cash in flow dari investasi tersebut baru didapatkan perusahaan dalam jangka waktu di atas satu tahun, biasanya perusahaan menerbitkan surat utang atau biasa disebut dengan obligasi (bond).

Jadi, definisi dari obligasi adalah surat berharga yang dijual oleh perusahaan atau bisa juga pemerintah (pada tulisan ini saya memfokuskan pembahasan pada obligasi yang diterbitkan perusahaan) untuk menghimpun dana dari kreditur. 

Sertifikat obligasi itu sendiri menyatakan jumlah dan tanggal untuk semua pembayaran yang akan dilakukan. Pembayaran ini akan dilakukan oleh pihak penerbit obligasi hingga tanggal pembayaran kembali pokok yang dipinjam atau biasa disebut dengan maturity date.

Karakteristik khas dari obligasi adalah adanya dua tipe pembayaran kepada kreditur. 

Yang pertama adalah pembayaran bunga, yang pada obligasi disebut dengan kupon (coupon) dan yang kedua adalah pembayaran pokok pinjaman, yang pada obligasi disebut dengan nilai pokok (face value)

Untuk kupon biasanya dibayar secara periodik, bisa bulanan, tiga bulanan, atau semi-anual hingga nilai pokok obligasinya dilunasi. Untuk nilai pokok sendiri, pembayarannya adalah sekali atau pada saat jatuh tempo (maturity).

Untuk membantu memahami karakteristik obligasi, saya akan coba menyajikannya dalam contoh kasus berikut. 

Perusahaan XYZ menerbitkan obligasi sebesar 100 juta yang akan dibayar pada akhir tahun ke-3, coupon rate 10%, pembayaran kupon adalah setiap enam bulan atau semiannually. Berapakah cash flow yang akan dibayar oleh PT XYZ kepada pemegang obligasi tersebut?

Dari data-data pada pertanyaan di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa face value dari obligasi yang diterbitkan PT XYZ adalah sebesar 100 juta. Kemudian, karena obligasi ini membayar kupon setiap 6 bulan sekali, maka kupon yang akan dibayar tiap periodenya adalah 100 juta x 10%/2 = 5 juta. Jadi total cash out flow PT XYZ atas obligasi ini adalah sebesar 130 juta


arus kas dari obligasi
Gambar 1

At par

Seperti yang telah diilustrasikan pada gambar 1 di atas, arus kas dari obligasi yang diterbitkan PT XYZ memiliki komponen anuitas pada pembayaran kuponnya dan lump sum atau pembayaran sekaligus pada nilai pokoknya, yang dibayarkan pada akhir periode obligasi atau pada saat maturity date

Hal ini menyebabkan perlunya menghitung nilai sekarang atau present value dari arus kas tersebut secara terpisah untuk menentukan nilai wajar obligasi tersebut.

Present value dari nilai pokok

= 100 juta / 1,05⁶

= 100 juta / 1.34009564063

= 74.621.539,66

Present value anuitas dari arus kas kupon

= 5 juta x (1 - 1/1,05⁶) / 0.05

= 5 juta x (1 - 1/1.34009564063) / 0.05

= 25.378.460,34

Sekarang, untuk mendapatkan nilai wajar dari obligasi PT XYZ tersebut kita dapat menambahkan kedua present value tersebut (pokok dan kupon).

Total nilai obligasi = 74.621.539,66 + 25.378.460,34 = 100 juta

Nilai obligasi ini sama dengan face value-nya yaitu sebesar 100 juta, hal ini karena suku bunga di pasar juga sebesar 10%, sama dengan coupon rate dari obligasi PT XYZ.

Beberapa obligasi bisa diperdagangkan di pasar sekunder, sama seperti saham. 

Nah, kalau saham kita bisa menghitung valuasinya dengan berbagai macam cara, seperti misalnya dengan mendiskon nilai dividen di masa depan, sedangkan obligasi caranya sama dengan telah yang dijelaskan sebelumnya, yaitu dengan mendiskon face value dan coupon-nya. Untuk discount rate-nya menggunakan suku bunga di pasar, yang kemungkinan lebih tinggi atau lebih rendah dari coupon rate obligasi tersebut.

At a discount

Untuk memudahkan pemahaman mengenai hal ini, saya akan menjelaskan dengan contoh berikut. 

Asumsikan satu tahun telah berlalu semenjak PT XYZ menerbitkan obligasinya. Obligasi tersebut sekarang memiliki waktu dua tahun hingga jatuh tempo. Suku bunga di pasar saat ini naik menjadi 12%. Berapakah nilai obligasi PT XYZ sekarang?

Perhitungannya sama dengan sebelumnya, hanya saja kali ini maturity-nya menjadi 2 tahun, bukan 3 tahun dan yield-nya menjadi 12%, bukan 10%.

Present value dari nilai pokok

= 100 juta / 1,06⁴

= 100 juta / 1.26247696

= 79.209.366,32

Present value anuitas dari arus kas kupon

= 5 juta x (1 - 1/1,06⁴) / 0.06

= 5 juta x (1 - 1/1.26247696) / 0.06

= 17,325,528.06

Jadi, total nilai obligasi = 79.209.366,32 + 17,325,528.06 = 96,534,894.39

Nilai total obligasi yang di bawah face value-nya ini biasa disebut dengan at a discount. 

At a premium

Selanjutnya, pada tahun ke-3, obligasi tersebut sekarang memiliki waktu satu tahun hingga jatuh tempo. Suku bunga di pasar saat ini turun drastis menjadi 6%. Berapakah nilai obligasi PT XYZ saat ini pada tahun ke-3?

Perhitungannya sama dengan sebelumnya, hanya saja kali ini maturity-nya menjadi 1 tahun, bukan 2 tahun dan yield-nya menjadi 6%, bukan 12%.

Present value dari nilai pokok

= 100 juta / 1,03²

= 100 juta / 1.0609

= 94.259.590,91

Present value anuitas dari arus kas kupon

= 5 juta x (1 - 1/1,03²) / 0.03

= 5 juta x (1 - 1/1.0609) / 0.03

= 9.567.348,48

Jadi, total nilai obligasi = 94.259.590,91 + 9.567.348,48 = 103.826.939,39

Nilai total obligasi yang di atas face value-nya ini biasa disebut dengan at a premium. 

Kesimpulan

Dari beberapa contoh perhitungan bond valuation di atas, dapat disimpulkan bahwa harga obligasi dan tingkat suku bunga pasar bergerak pada arah yang berlawanan. 

Pada saat suku bunga tinggi atau melebihi coupon rate suatu obligasi, maka nilai obligasi tersebut akan menurun (discount), sedangkan pada saat suku bunga rendah atau di bawah coupon rate suatu obligasi, maka nilai obligasi tersebut akan meningkat (premium).

Stay safe, stay healthy, and stay at home. Take care!

Post a Comment for "Menghitung Harga Wajar Obligasi"