Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Akuntansi Penerbitan Obligasi, Amortisasi, dan Beban Bunga

Akuntansi Penerbitan Obligasi

Akuntansi atas obligasi mengatur pencatatan penerbitan obligasi, amortisasi diskon atau premium atas obligasi yang diterbitkan, dan juga pengakuan beban bunga atau kupon. 

Pada tulisan sebelumnya saya telah menjelaskan mengenai cara menghitung nilai wajar obligasi. Sekarang, seperti telah saya singgung di awal, saya akan coba membahas akuntansi atas penerbitan obligasi (bond).

Sebelum membahas lebih jauh mengenai hal tersebut, saya akan sedikit menyegarkan kembali ingatan kamu mengenai obligasi secara umum.

Contents

Pengertian obligasi

Perusahaan biasanya memperoleh pendanaan jangka panjang dengan menerbitkan obligasi. Seperti instrumen pinjaman umumnya, obligasi juga  membayar bunga secara periodik dan  juga pembayaran kembali pokok pinjamannya. 

Ketika obligasi diterbitkan, sebuah kontrak yang biasa disebut dengan bond indenture dibuat. Bond indenture berisi detail spesifik mengenai obligasi yang diterbitkan, seperti stated annual interest rate atau coupon rate, frekuensi pembayaran bunga, dan jumlah nilai pokok atau face value yang akan dibayarkan pada saat maturity date. 

Pembayaran bunga atau kupon bergantung pada frekuensi pembayarannya. Apabila obligasi diterbitkan dengan nilai pokok 100 juta dan coupon rate 10% yang dibayar setiap 6 bulan sekali, maka, jumlah yang dibayarkan pada tiap pembayaran kupon adalah sebesar 100 juta x 10%/2 = 5 juta.

Coupon rate vs market rate

Akuntansi untuk obligasi, meski pada prinsipnya sama dengan akuntansi untuk pinjaman berbunga lainnya, sedikit lebih rumit karena dapat diperjual belikan di pasar sekunder. Coupon rate sudah ditentukan di awal sedangkan market rate fluktuatif.

Nilai pembayaran kupon secara periodik dan pokok saat jatuh tempo adalah tetap dan sudah diatur di bond indenture

Present value atau nilai sekarang dari arus kas obligasi tersebut bila dikalkulasikan dengan menggunakan coupon rate akan menghasilkan nilai yang sama persis dengan nilai pokok obligasi, sedangkan bila dikalkulasikan dengan market rate akan menghasilkan nilai yang lebih rendah (at a discount) atau lebih tinggi  (at a premium) dari nilai pokoknya.

Penerbitan obligasi at a discount

PT XYZ menjual obligasi dengan face value 100 juta yang jatuh tempo dalam 5 tahun, coupon rate 10% per tahun, dan market interest rate 12%.

Entri jurnal atas penerbitan obligasi tersebut yaitu:

01/01/2020 Bank 92.790.447,60

Disagio Obligasi                  7.209.552,40

               Utang Obligasi
100.000.000,00

Pembayaran bunga berdasarkan nilai pokok dan coupon rate adalah sebesar: 10% x 100 juta = 10 juta

Present value atas pembayaran kupon sebanyak 5 kali pada suku bunga pasar 12%: 10 juta x (1 - 1/1,12⁵) / 0,12 = 36.047.762,02

Present value atas nilai pokok pada suku bunga pasar 12% adalah: 100 juta / 1.12⁵ = 56.742.685,57

Harga jual obligasi adalah senilai present value kupon ditambah present value nilai pokok: 36.047.762,02 + 56.742.685,57 = 92.790.447,60

Diskon / disagio obligasi merupakan selisih antara nilai pokok dengan nilai jual obligasi: 100.000.000 - 92.790.447,60 = 7.209.552,40 

Dengan diskon, penerbit obligasi tidak menerima uang sejumlah nilai pokoknya. Selanjutnya, disagio tersebut diamortisasi selama umur obligasi hingga nilai bukunya sama dengan nilai pokok pada saat jatuh tempo. Intinya, setiap periode pembayaran, kupon dibayarkan dan sisanya di-accrued. 

Pembayaran ke- Pembayaran
(10% x Nilai Pokok)
Beban Bunga
(12% x Nilai Buku)
Amortisasi
Diskon
Diskon tidak diamortisasi Nilai
Buku
7,209,552.40
92.790.447,60
1
10.000.000,00
11.134.853,71
1.134.853,71
6,074,698.69
93.925.301,31
2
10.000.000,00
11.271.036,16
1.271.036,16
4,803,662.54
95.196.337,47
3
10.000.000,00
11.423.560,50
1.423.560,50
3,380,102.04
96.619.897,97
4
10.000.000,00
11.594.387,76
1.594.387,76
1,785,714.28
98.214.285,72
5
10.000.000,00
11.785.714,29
1.785.714,29
0
100.000.000,00
50.000.000,00
57.209.552,41
7.209.552,41

Amortisasi diskon (beban bunga yang diaccrue) merupakan selisih antara beban bunga dengan kupon yang yang dibayarkan pada tiap periodenya. Nilai buku, beban bunga, dan amortisasi diskon meningkat pada tiap periodenya.  

Entri jurnal untuk pembayaran kupon pada dua tahun pertama:

31/12/2020 Beban Bunga                      
11.134.853,71
               Disagio Obligasi
1.134.853,71
               Utang Bunga
10.000.000,00

01/01/2021Utang Bunga                       10.000.000,00
               Bank10.000.000,00

31/12/2021Beban Bunga                      11.271.036,16
               Disagio Obligasi  1.271.036,16
               Utang Bunga10.000.000,00

Penerbitan obligasi at a premium

PT XYZ menjual obligasi dengan face value 100 juta yang jatuh tempo dalam 5 tahun, dengan coupon rate 10% per tahun, dan market interest rate 6 %.

Entri jurnal atas penerbitan obligasi tersebut adalah:

01/01/2020 Bank                               
116.849.455,14
              Agio Obligasi
  16.849.455,14
              Utang Obligasi
100.000.000,00

Pembayaran bunga berdasarkan nilai pokok dan coupon rate adalah sebesar: 10% x 100 juta = 10 juta

Present value atas pembayaran kupon sebanyak 5 kali pada suku bunga pasar 6%: 10 juta x (1 - 1/1,06⁵) / 0,06 = 42.123.637,86

Present value atas nilai pokok pada suku bunga pasar 6% adalah: 100 juta / 1.06⁵ = 74.725.817,29

Harga jual obligasi adalah senilai present value kupon ditambah present value nilai pokok: 42.123.637,86 + 74.725.817,29 = 116.849.455,14

Premium / agio obligasi merupakan selisih antara nilai jual obligasi dengan nilai pokok: 116.849.455,14 - 100.000.000 = 16.849.455,14

Present value meningkat karena coupon rate dari obligasi lebih besar dari suku bunga pasar. Beban bunga adalah sejumlah kenaikan present value pada tiap periodenya, yang artinya kupon yang dibayarkan tiap periodenya menjadi lebih kecil. 

Selisih antara nilai kupon obligasi yang di-stated dengan kupon yang dibayarkan, dibukukan sebagai premium atau agio. Agio tersebut diamortisasi selama umur obligasi hingga nilai bukunya sama dengan nilai pokok pada saat jatuh tempo. Jadi, setiap periode pembayaran, kupon dibayarkan dan sisanya kembali ke pokoknya. 

Pembayaran ke- Pembayaran
(10% x Nilai Pokok)
Beban Bunga
(6% x Nilai
Buku)
Amortisasi Premium Premium tidak
diamortisasi
Nilai Buku
16.849.455,14
116.849.455,14
1
10.000.000,00
7.010.967,31
2.989.032,69
13.860.422,45
113.860.422,45
2
10.000.000,00
6.831.625,35
3.168.374,65
10.692.047,80
110.692.047,80
3
10.000.000,00
6.641.522,87
3.358.477,13
7.333.570,66
107.333.570,66
4
10.000.000,00
6.440.014,24
3.559.985,76
3.773.584,90
103.773.584,90
5
10.000.000,00
6.226.415,09
3.773.584,91
0
100.000.000,00
50.000.000,00
33.150.544,86
16.849.455,14

Amortisasi premium adalah selisih antara kupon yang dibayarkan tiap periodenya dengan beban bunga. Jumlah nilai buku dan beban bunga menurun pada tiap periodenya, sedangkan amortisasi premium semakin meningkat.

Jurnal untuk pembayaran kupon pada dua tahun pertama:

31/12/2020 Beban Bunga                  7.010.967,31
Agio Obligasi 2.989.032,69
               Utang Bunga 10.000.000,00

01/01/2021Utang Bunga                10.000.000,00
               Bank10.000.000,00

31/12/2021 Beban Bunga                  6.831.625,35
Agio Obligasi 3.168.374,65
               Utang Bunga 10.000.000,00

Penerbitan obligasi setelah dated date

Yang dimaksud dengan dated date adalah tanggal awal ketika bunga mulai di-accrueIndenture atau surat perjanjian pada obligasi menerangkan secara spesifik tanggal pembayaran kupon dan juga tanggal maturity

Pada dua contoh sebelumnya, obligasi dijual pada saat dated date atau pada awal tahun.

Pada kenyataannya, obligasi mungkin saja dijual setelah dated date, di mana pada kasus demikian perhitungan harga jual obligasi tetap sama, yaitu dengan menghitung present value dari seluruh pembayaran di masa depan, pada suku bunga pasar saat penjualan obligasi terjadi.

Saya akan mengambil contoh perhitungan obligasi at a discount di atas, namun kali ini obligasi tersebut terjual enam bulan setelah dated date, pada saat suku bunga pasar di 12%.

Jumlah enam bulan tersebut dapat dihitung dari dated date obligasi, di mana pada contoh di atas saya telah menghitung harga wajar obligasi ini pada tanggal 01/01/2020 di saat suku bunga pasar 12%, yaitu sebesar 92.79 juta. 

Total bunga yang di-accrue pada 01/07/2020 adalah 12%/2 x 92.79 juta = 5,56 juta. Jadi, harga jual obligasi ini pada bulan ke-6 atau present value-nya pada bulan ke-6 adalah sebesar  92.79 juta + 5,56 juta = 98,35 juta. 

Selanjutnya, pada kasus ini, beban bunga dan amortisasi diskonnya di 01/07/2020 adalah setengah dari jumlah tahunan. 

Utang bunga adalah sebesar 10 juta / 2 = 5 juta, sehingga amortisasi diskon selama enam bulan adalah sebesar 1,13 juta / 2 = 567,42 ribu. Diskon atau disagio pada tanggal 01/01/2020 adalah sebesar 7,2 juta, sehingga diskon pada saat bulan ke-6 adalah 7,2 juta - 567,42 ribu = 6,64 juta.

Entri jurnalnya pada saat penerbitan adalah sebagai berikut:

01/07/2020
Bank                                
98.357.874,45
Disagio Obligasi
6.642.125,55
               Utang Obligasi
100.000.000,00
               Utang Bunga
5.000.000,00

Perhatikan! 

Pada tanggal 01/07/2020 tidak ada beban bunga yang diakui.

Pada akhir tahun, entri penyesuaian dibuat dengan mengakui atau mencatat sisa bunga dalam setahun, yaitu:

31/12/2020
Beban Bunga                      
5.567.426,86
               Disagio Obligasi
567,426.86
               Utang Obligasi
5.000.000,00

Untuk akuntansi penjualan setelah dated date at a premium juga menggunakan pendekatan yang sama dengan penjualan setelah dated date at a discount di atas.  

Penutup

Akuntansi atas penerbitan obligasi, amortisasi diskon dan premium, serta beban bunga dan pembayarannya memang sedikit rumit. Paling tidak, ini tidak sesederhana akuntansi atas penerbitan saham biasa maupun saham preferen.

Untuk mempermudah pemahaman atas akuntansi penerbitan obligasi, kamu perlu mengingat kronologis tahapan pencatatan obligasi. Pertama, kamu perlu menentukan nilai wajar dari obligasi untuk mencatat agio maupun disagio yang timbul. Selanjutnya, barulah kamu dapat mencatatnya kas yang diterima serta utang yang timbul dari penerbitan.

Pada akhir tahun, penyesuaian perlu dibuat untuk mengakui beban bunga atau kupon yang timbul atas obligasi tersebut. Selain itu, penyesuaian juga perlu dibuat atas amortisasi agio ataupun disagio obligasi. 

Untuk beberapa kasus, perusahaan penerbit dapat memensiunkan obligasinya sebelum jatuh tempo. Terkait hal ini, saat membuat kontrak obligasi (bond indentures), perusahaan perlu menuangkannya dengan jelas. 

Selain menerbitkan obligasi, suatu perusahaan bisa saja berada dalam posisi sebagai pembeli obligasi yang diterbitkan oleh perusahaaan lain. Atas hal tersebut, akuntansi juga mengatur pencatatan terkait investasi pada sekuritas utang tersebut.

Stay safe and stay healthy. Take care!