Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Entri Jurnal atas Kuasi Reorganisasi

Kuasi Reorganisasi

Kuasi reorganisasi merupakan upaya perusahaan untuk menjadikan nilai saldo laba ditahan yang minus menjadi nol atau bernilai positif (reorganisasi di atas buku saja).

Kamu tentu sudah memahami bahwa ketika suatu perusahaan memperoleh laba bersih, maka laba bersih yang tak dibagikan sebagai dividen tersebut akan dikredit oleh perusahaan ke laba ditahan.

Bila kondisinya adalah sebaliknya, yaitu perusahaan mengalami rugi, maka rugi tersebut didebit ke laba ditahan.

Ketika suatu perusahaan mengalami konsistensi dalam menghasilkan rugi dari tahun ke tahun, saldo laba ditahan perusahaan tersebut dapat mengalami defisit (laba ditahan memiliki saldo debit).

Contents

Tujuan kuasi reorganisasi 

Ketika saldo laba ditahan suatu perusahaan mengalami defisit, perusahaan tersebut tak akan dapat mendistribusikan dividen ke para pemegang saham.

Dampak dari hal tersebut adalah turunya reputasi perusahaan di mata investor sehingga berimbas pada harga saham perusahaan. Dividen merupakan salah satu alat yang digunakan investor untuk menghitung valuasi saham.

Tentu tak ada satupun perusahaan yang menginginkan hal tersebut terjadi. Inilah mengapa kuasi reorganisasi diperlukan.

Kuasi reorganisasi memungkinkan perusahaan untuk memulai lagi dari "awal" (reorganisasi) dengan membersihkan saldo debit dari ekuitasnya di neraca.

Cara perusahaan melakukan kuasi reorganisasi

Secara umum, untuk melakukan kuasi reorganisasi, perusahaan dapat melakukan dua langkah berikut, yaitu:

  • Melakukan penilaian ulang (revaluasi) atas nilai wajar aset-asetnya.

  • Meng-offset defisit laba ditahannya dengan modal disetor dari reorganisasi.

Kuasi reorganisasi dengan revaluasi aset

Berikut adalah buku besar dari akun modal disetor dan laba ditahan PT XYZ per 1 Maret 2022:

Laba Ditahan Defisit
Untuk melakukan reorgnisasi atau menghapus defisit laba ditahan tersebut, PT XYZ memutuskan untuk merevaluasi aset tanahnya yang baru saja dibeli setahun yang lalu pada harga 300 juta.

Hasil penilaian oleh jasa penilai publik menunjukkan bahwa nilai pasar tanah tersebut saat ini adalah senilai 400 juta.

Maka, untuk mengurangi defisit laba ditahan serta menyesuaikan nilai tanah tersebut di neracanya, PT XYZ membuat entri jurnal berikut:

Tanah 100 juta
Laba Ditahan 100 juta

Saat ini, nilai tanah PT XYZ tersebut di neraca menjadi 400 juta dan defisit laba ditahan berkurang menjadi tinggal senilai 400 juta.

Meski demikian, karena sudah tak ada lagi aset tetap yang dapat direvaluasi untuk meng-offset defisit laba ditahan, PT XYZ memutuskan untuk menggunakan ekuitasnya.

Kuasi reorganisasi dengan modal disetor reorganisasi 

Saat pertama kali menerbitkan saham biasa, PT XYZ menjualnya pada harga nominalnya, sehingga PT XYZ tak memiliki agio saham biasa.

Atas hal tersebut, PT XYZ perlu menciptakan modal disetor (untuk keperluan kuasi reorganisasi) dengan mengurangkan nilai nominal saham biasanya dari 1.000 rupiah per lembar menjadi 500 per lembar. 

Untuk melakukannya, PT XYZ harus mengubah anggaran dasarnya dan mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENKUMHAM).

Setelah disetujui, PT XYZ perlu membuat entri berikut untuk mengurangkan nilai modal disetornya dan menciptakan modal disetor reorganisasi:

Modal Disetor 400 juta
Modal Disetor dari Reorganisasi 400 juta

Sekarang, PT XYZ sudah memiliki modal yang cukup untuk melakukan kuasi reorganisasi. 

Entri jurnal yang dibuat PT XYZ untuk menghilangkan defisit laba ditahannya adalah sebagai berikut:

Modal Disetor dari Reorganisasi 400 juta
Laba Ditahan 400 juta

Setelah entri ini, defisit saldo laba ditahan PT XYZ telah hilang dan nilainya menjadi nol.

Penutup

Perlu dipahami bahwa saat ini kuasi reorganisasi tak lagi diperkenankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Artinya, untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia, untuk menghilangkan saldo negatif laba ditahan perusahaan perlu menjual aset-asetnya atau memperbaiki kinerja labanya. 

Kuasi reorganisasi sendiri seperti telah dijelaskan sebelumnya merupakan suatu kegiatan reorganisasi perusahaan tanpa reorganisasi yang sebenarnya. Ini hanya terjadi pada pembukuannya saja.

Jadi, ketika suatu perusahaan mengalami kerugian secara terus menerus selama beberapa periode dan saldo laba ditahannya mengalami defisit, maka perusahaan tersebut dapat menghilangkan saldo debit laba ditahannya tersebut dengan kuasi reorganisasi.

Kuasi reorganisasi dapat menguntungkan perusahaan karena selain menghilangkan defisit laba ditahannya, juga memberikan kesempatan perusahaan untuk merevaluasi nilai asetnya sehingga meningkatkan kemampuan perusahaan untuk melakukan ekspansi.

Pada tulisan ini, saya telah menjabarkan dua cara yang dapat dilakukan untuk melakukan kuasi reorganisasi beserta entri jurnalnya. Namun demikian, kenyataannya, ada beberapa cara lainnya, seperti misalnya meminta para pemegang saham untuk mendonasikan sahamnya.

Sekian tulisan saya mengenai entri jurnal atas kuasi reorganisasi.

Stay safe and stay healthy. Take care!