Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Laba Ditahan Negatif

Laba Ditahan Negatif

Laba ditahan merupakan salah satu komponen utama penyusun ekuitas perusahaan selain modal disetor.

Pada dasarnya, sumber pembiayaan suatu perusahaan dapat berasal dari pihak eksternal, yaitu dari penerbitan saham dan penerbitan surat utang seperti obligasi.

Kedua sumber tersebut, baik saham maupun obligasi, menyebabkan perusahaan berhutang pada pihak luar sehingga mengurangi keleluasaan manajemen dalam mengambil kebijakan terkait investasi maupun operasionalnya.

Disinilah laba ditahan memiliki peran yang sangat penting karena menjadi satu-satunya sumber pendanaan yang berasal dari internal perusahaan.

Contents

Definisi laba ditahan

Laba ditahan merupakan akumulasi laba bersih yang dihasilkan perusahaan sejak pertama kali berdiri, yang tidak didistribusikan sebagai dividen ke pemegang sahamnya.

Artinya, laba ditahan memang sengaja ditahan perusahaan untuk memperkuat ekuitasnya, guna membiayai aktivitas operasional maupun investasi perusahaan.

Dengan menggunakan laba ditahan, perusahaan dapat mengurangi kendali pihak eksternal, sehingga pihak manajemen dapat lebih leluasa menentukan kebijakan.

Nilai laba ditahan dapat kamu temukan di neraca bagian ekuitas.

Laba Ditahan di Neraca

Normalnya dan sudah sewajarnya, laba ditahan bernilai positif, karena hal tersebut menandakan bahwa perusahaan berhasil mengakumulasikan laba selama umur hidupnya.

Namun demikian, ada juga suatu kejadian yang menyebabkan nilai laba ditahan bernilai negatif.

Laba ditahan negatif

Seperti telah saya jelaskan sebelumnya bahwa laba ditahan berasal dari akumulasi laba bersih perusahaan selama umur operasionalnya.

Maka, ketika laba ditahan perusahaan bernilai negatif, artinya perusahaan telah mengakumulasikan kerugian yang lebih besar dibandingkan akumulasi laba bersihnya.

Laba ditahan negatif merupakan pertanda kesehatan keuangan perusahaan yang buruk.

Bila perusahaan baru berusia satu, dua, atau maksimal tiga tahun, hal ini mungkin saja masih dapat dimaklumi. Lebih dari itu, ini sudah menandakan adanya ketidakbecusan pihak manajemen dalam mengelola perusahaan.

Namun demikian, kamu perlu juga melakukan analisis lebih jauh ketika suatu perusahaan baru saja berinvestasi besar-besaran pada suatu produk, aset tetap, atau proyek. Hal ini dapat menyebabkan perusahaan tak dapat menghasilkan laba karena periode pengembalian yang cukup lama.

Laba ditahan negatif dan dividen

Laba ditahan negatif tak selalu disebabkan oleh ketidakmampuan perusahaan mengakumulasikan laba. Terkadang, hal ini disebabkan ketidakmampuan manajemen dalam mengkalkulasikan dividend payout ratio.

Pada suatu peristiwa ketika perusahaan menghasilkan laba di atas rata-ratanya, mungkin saja manajemen memutuskan untuk mendistribusikan dividen ke para pemegang saham melebihi nilai laba bersih yang dihasilkan.

Ini artinya, perusahaan mengambil cadangan laba ditahan di neraca dari tahun-tahun sebelumnya.

Permasalahannya adalah tak pernah ada yang tahu peristiwa apa yang akan terjadi di masa depan. Maka, ketika perusahaan mengalami kerugian yang besar, cadangan laba ditahan yang ada tak dapat menutupi kerugian yang terjadi dan menyebabkan laba ditahan bernilai negatif.

Misalnya saja laba ditahan PT XYZ di tahun 2021 adalah 1 miliar dan di tahun yang sama PT XYZ berhasil membukukan laba bersih senilai 500 juta. Manajemen memutuskan untuk mendistribusikan dividen senilai 500 per lembar saham. Lembar saham yang beredar sendiri adalah sebanyak 1,5 juta lembar saham.

Artinya, total dividen yang didistribusikan adalah senilai 750 juta (500 x 1,5 juta lembar saham), sehingga menyebabkan nilai laba ditahan berkurang menjadi 250 juta.

Sialnya, di tahun 2022, PT XYZ mengalami kerugian yang cukup besar, yaitu senilai 300 juta. Hal ini tentu saja menyebabkan laba ditahan PT XYZ di akhir tahun 2022, menjadi bernilai negatif 50 juta.

Memahami hal tersebut dapat membantu manajemen menentukan kebijakan dividen, seperti menjaga porsi dividen yang dibagikan atau bahkan kalau perlu menahan seluruh laba untuk pertumbuhan perusahaan.

Implikasi dari laba ditahan negatif

Laba ditahan merupakan komponen utama ekuitas. Maka, ketika nilainya negatif, dapat menyebabkan nilai ekuitas menjadi kecil.

Hal tersebut akan mempengaruhi sumber dana perusahaan, karena baik investor maupun kreditur, tentu akan mempertanyakan penyebabnya sebelum mengucurkan dana.

Bila ini terjadi pada perusahaan yang baru merintis usahanya atau startup, mungkin masih dapat dimaklumi. Namun, bila ini terjadi pada perusahaan yang sudah cukup lama berdiri, akan menjadi sinyal buruk bagi siapapun untuk menempatkan dananya pada perusahaan.  

Kreditur yang bersedia akan meminta pengembalian yang besar, pun demikian dengan investor. Saham atau obligasi yang ditawarkan akan dilepas pada nilai diskon. Ini menyebabkan biaya modal menjadi mahal.

Pada akhirnya, perusahaan akan mengalami lebih banyak kesulitan yang dapat menggiringnya ke masalah keuangan yang lebih serius, hingga mungkin saja menyebabkan kebangkrutan.

Penutup

Ekuitas merupakan kekayaan bersih perusahaan. Komponen utamanya adalah modal disetor dan laba ditahan.

Modal disetor berasal dari setoran pemegang saham dan laba ditahan berasal dari akumulasi laba bersih yang dihasilkan perusahaan dikurang dividen.

Penerbitan saham tak bisa dilakukan terlalu sering oleh perusahaan, sehingga untuk menjaga nilai ekuitasnya, perusahaan sangat mengandalkan laba ditahan.

Artinya, perusahaan perlu beroperasi dalam kondisi untung sehingga menghasilkan laba yang konsisten untuk menjaga nilai ekuitasnya.

Nah, ketika laba ditahan bernilai negatif, maka nilai ekuitas perusahaan dapat menjadi kecil sehingga mempengaruhi nilai perusahaan di mata investor dan kreditur.

Permasalahan akan semakin pelik bila kondisi tersebut memang disebabkan karena ketidakmampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

Tanpa laba, maka perusahaan akan terus mengandalkan pendanaan dari pihak eksternal, seperti investor dan kreditur. Meski demikian, pertanyaannya adalah apakah pihak-pihak tersebut tertarik dengan perusahaan yang demikian? Kalaupun iya, tentu imbalan yang diminta akan sangat besar, sehingga biaya modal menjadi tinggi.

Menjual aset perusahaan untuk meningkatkan ekuitas, meski bukan ide yang buruk, dapat menyebabkan penurunan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan penjualan. 

Sekian tulisan saya mengenai laba ditahan negatif. 

Terima kasih telah membaca.