Advertisement

Ad Code

Metode dalam Capital Budgeting: Payback Period dan Discounted Payback Period

Menghitung Payback Period dan Discounted Payback Period

Payback period atau periode pengembalian merupakan salah satu metode dalam capital budgeting, yang menghitung jumlah tahun yang dibutuhkan perusahaan untuk mencapai break event atau titik impas atas investasinya.

Perhitungan payback period memegang peranan yang cukup krusial dalam hal memproyeksikan arus kas, pembayaran bunga, dan juga pengelolaan aktivitas investasi perusahaan.

Menurut opini saya, payback period merupakan metode capital budgeting yang paling mudah karena meniadakan perhitungan atas nilai waktu uang.

Namun demikian, ada versi lainnya dari payback period yang memerlukan perhitungan atas nilai waktu uang, yaitu metode discounted payback period, yang juga akan saya bahas pada tulisan ini.

Pada tulisan sebelumnya, saya telah membahas mengenai metode terpenting dalam capital budgeting, yaitu net present value (NPV). Kalau kamu belum memahaminya, silahkan baca tulisan saya yang berjudul "Metode dalam Capital Budgeting: Net Present Value".

Payback Period

Untuk mengkalkulasikan payback period caranya cukup mudah, yaitu dengan menelusuri arus kas kumulatif dari periode ke periode, hingga arus kas kumulatif tersebut mencapai angka nol.

Asumsikan suatu investasi, pada tahun ke-0, memerlukan investasi awal sebesar 100 juta. Pada tahun ke-1, investasi tersebut sudah bisa menghasilkan arus kas masuk sebesar 30 juta, pada tahun ke-2 sebesar 40 juta, dan pada tahun ke-3 sebesar 60 juta.

Berapa lamakah payback period atas investasi tersebut?

Untuk menghitungnya, kamu hanya perlu menelusuri arus kas kumulatif atas investasi tersebut:

Periode ke- Arus Kas Arus Kas Kumulatif
0 -100 juta -100 juta
1 30 juta -70 juta
2 40 juta -30 juta
3 60 juta 30 juta

Perhatikan perhitungan di atas!

Ketika arus kas kumulatif berubah dari negatif menjadi positif, itulah saatnya kamu menghentikan perhitungan ini. 

Artinya, di antara periode ke-2 menuju ke periode ke-3 adalah payback period dari investasi tersebut.

Untuk mencari nilai absolut dari payback period cukup dengan menghitungnya menggunakan formula berikut:

Payback period \(=\) Periode terakhir dengan arus kas kumulatif negatif \(+\) \(\frac{{\text{Arus kas yang diperlukan pada periode selanjutnya}}}{{\text{Arus kas yang dihasilkan pada periode selanjutnya}}}\)

Sekarang, tinggal memasukan angka-angka pada perhitungan sebelumnya ke formula itu:

Payback period \(=\) 2 \(+\) \(\frac{{30 \text{ juta}}}{{60 \text{ juta}}}\) \(=\) 2,5

Atas perhitungan tersebut, apabila perusahaan menetapkan jangka waktu pengembalian investasi maksimum adalah 2,9 tahun, maka investasi ini layak untuk diambil karena hanya membutuhkan waktu pengembalian selama 2,5 tahun.

Namun, bila perusahaan menentapkan jangka waktu pengembalian maksimum adalah 2 tahun, maka, investasi tersebut tak layak untuk diambil.

Untuk mempermudah proses cek dan ricek perhitungan, kamu juga dapat menghitung payback period di excel dengan menyajikan data-data yang diperlukan dalam perhitungan.

Discounted Payback Period

Metode discounted payback period hampir sama dengan payback period, hanya saja pada metode ini, seluruh kas yang diterima perlu dikonversi terlebih dahulu ke nilai sekarang atau present value.

Aturannya sendiri masih sama dengan payback period, yaitu discounted payback period berada di antara arus kas kumulatif negatif dan arus kas kumulatif positif. 

Dengan data pada contoh perhitungan payback period sebelumnya, asumsikan biaya modal atau cost of capital adalah sebesar 10%. Maka, kamu perlu menghitung present value dari masing-masing arus kas pada tiap periodenya, sehingga menghasilkan perhitungan berikut:

Periode ke- Arus Kas PV Arus Kas Arus Kas Kumulatif
0 -100 juta -100 juta -100 juta
1 30 juta 27,27 juta -72,73 juta
2 40 juta 33,06 juta -39,67 juta
3 60 juta 45,07 juta 5,4 juta

Dari perhitungan di atas, discounted payback period ada di antara periode ke-2 dan periode ke-3.

Nilai absolut dari discounted payback period investasi tersebut adalah:

Discounted payback period \(=\) 2 \(+\) \(\frac{{39,67 \text{ juta}}}{{45,07 \text{ juta}}}\) \(=\) 2,88

Perhatikan! 

Waktu yang diperlukan pada discounted payback period lebih lama dibandingkan dengan payback period

Secara logika, ini merupakan hal yang sangat wajar karena pada metode discounted payback period seluruh arus kas masuk didiskon ke nilai sekarang.

Untuk penejlasan lainnya mengenai discounted payback period, kamu dapat juga membaca tulisan saya mengenai cara menghitung discounted payback period dengan excel

Penutup

Payback period dan discounted payback period merupakan salah satu metode penganggaran yang bertujuan mengkalkulasikan waktu yang diperlukan atas suatu investasi untuk mencapai titik impas.

Pada metode payback period yang dihitung adalah pengembalian atas nilai investasi awal dengan meniadakan pengembalian atas bunga pinjaman.

Sedangkan pada metode discounted payback period yang dihitung bukan hanya pengembalian atas nilai investasi awal, tetapi juga bunga yang harus dibayar atas pinjaman yang digunakan untuk mendanai investasi tersebut.

Untuk lebih memudahkan perhitungan dan analisis investasi menggunakan metode payback period dan discounted payback period, kamu dapat menggunakan aplikasi yang disediakan oleh Finansialpost. Aplikasi ini dapat membantu kamu dengan cepat dan efisien menghitung nilai-nilai tersebut untuk investasi yang beragam.

Untuk mencoba aplikasi tersebut dan mendapatkan wawasan yang lebih mendalam mengenai bagaimana metode ini dapat diterapkan dalam pengambilan keputusan investasi, silakan kunjungi Kalkulator Payback Period dan Discounted Payback Period dari Finansialpost.

Sekian tulisan saya mengenai metode capital budgeting payback period dan discounted payback period.

Stay safe and stay healthy. Take care!

Post a Comment

0 Comments

Comments