Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Memahami Fungsi dari Analisis Cost Volume Profit (CVP)

Fungsi Analisis Cost Volume Profit

Analisis cost volume profit (CVP) merupakan analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi pengaruh volume penjualan dan biaya terhadap laba.

Lebih spesifik lagi, analisis ini mencoba untuk menjawab pengaruh perubahan biaya variabel, biaya tetap, harga penjualan, dan volume terhadap laba.

Jadi, analisis CVP dapat digunakan dalam menentukan marjin kontribusi, titik impas, target volume penjualan, dan marjin keamanan.

Marjin kontribusi

Untuk perhitungan CVP yang akurat, maka terlebih dahulu perlu mengelompokkan mana yang merupakan biaya tetap dan mana yang merupakan biaya variabel.

Marjin kontribusi (contribution margin) merupakan selisih antara penjualan (sales) dengan biaya variabel (variable cost).

Ini artinya, marjin kontribusi merupakan jumlah uang yang digunakan untuk membayar biaya tetap (fixed cost) dan meng-generate laba (profit).

CM = S - VC
Di mana:
CM = Marjin kontribusi
S = Penjualan
VC = Biaya variabel

Untuk memudahkah perhitungan marjin kontribusi, kamu dapat membuat laporan laba rugi CVP khusus untuk keperluan internal.

Hal ini diperlukan karena laporan laba rugi standar tidaklah mengklasifikasikan biaya sebagai biaya variabel dan biaya tetap.

Berikut adalah data penjualan dan biaya dari Pempek Rasa di pempekrasa.id pada Februari 2020:

Harga jual satuan pempek Rp 6 ribu
Biaya variabel Rp 2,4 ribu
Biaya tetap bulanan Rp 4 juta
Jumlah pempek terjual 2 ribu

Dari data di atas, laporan laba rugi CVP Pempek Rasa pada bulan Februari 2020 adalah sebagai berikut:

Per Unit Total Persentase
Penjualan (2 ribu pempek) 6 ribu 12 juta 100%
Dikurang: Biaya Variabel 2,4 ribu 4,8 juta 40%
Marjin Kontribusi 3,6 ribu 7,2 juta 60%
Dikurang: Biaya Tetap 4 juta
Laba Bersih 3,2 juta

Dari laba rugi CVP tersebut, maka dapat disimpulkan formula untuk menghitung CM, CM per unit, dan rasio CM, yaitu:

CM = S - VC = 12 juta - 4,8 juta = 7,2 juta
CM per unit = Harga per unit (P) - VC = 6 ribu - 2,4 ribu = 3,6 ribu
Rasio CM = CM / S = 7,2 juta / 12 juta = 60%


Analisis titik impas

Titik impas atau break event point (BEP) merupakan titik di mana total penjualan sama dengan total biaya (biaya variabel dan biaya tetap).

Dalam menentukan titik impas, ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan, yaitu pendekatan persamaan matematika dan pendekatan marjin kontribusi.

Pendekatan persamaan matematika

Untuk mengkalkulasikan titik impas, maka nilai laba bersih perlu ditetapkan menjadi nol.

Dari laba rugi CVP Pempek Rasa dapat diketahui hubungan antara penjualan, biaya variabel, biaya tetap, dan laba bersih, yaitu:

S = VC + FC + Laba

Pada analisis titik impas, nilai laba perlu ditetapkan sebesar nol:

S = VC + FC + 0

Jadi, untuk menghitung titik impas dapat menggunakan formula berikut:

Sales - VC - FC = Laba
Sales (Q) - VC (Q) - FC = 0

Meneruskan contoh perhitungan pada Pempek Rasa sebelumnya, maka kuantitas penjualan yang perlu dicapai untuk mencapai titik impas adalah:
 
6 ribu (Q) - 2,4 ribu (Q) - 4 juta = 0
3,6 ribu (Q) = 4 juta
Q = 1,11 ribu

Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan untuk mencari titik impas dapat dilakukan dengan membagi antara marjin kontribusi dengan biaya tetap.

Jadi, untuk mencapai titik impas, Pempek Rasa perlu menjual sebanyak 1,11 ribu pempek per bulannya.

Sedangkan BEP dalam rupiah adalah sebesar 1,11 ribu x 6 ribu = 6,66 juta.

Pendekatan marjin kontribusi

Pendekatan marjin kontribusi merupakan turunan dari pendekatan matematis, yaitu:

Sales (Q) = VC (Q) + FC

Sehingga untuk menentukan nilai Q adalah dengan:

Q = FC / (S - VC)

Di mana S - VC, seperti telah dibahas sebelumnya adalah merupakan marjin kontribusi.

Jadi, untuk menghitung titik impas dengan menggunakan pendekatan marjin kontribusi, formulanya adalah sebagai berikut:

Q BEP = FC / Marjin Kontribusi per Unit

Menggunakan data pada Pempek Rasa di atas, maka kuantitas penjualan untuk mencapai titik impas adalah:

Q BEP = 4 juta / 3,6 ribu
= 1,11 ribu

Jadi, untuk mencapai titik impas, sama dengan perhitungan pada pendekatan persamaan matematika, Pempek Rasa perlu menjual sebanyak 1,11 ribu pempek per bulannya.

BEP dalam rupiah juga sebesar 1,11 ribu x 6 ribu = 6,66 juta.


Target volume penjualan

Selain titik impas, analisis CVP  juga dapat digunakan untuk menentukan target volume penjualan untuk mencapai laba bersih yang ditargetkan.

Ada dua cara menentukan laba bersih yang ditargetkan, yaitu sebagai jumlah spesifik nilai rupiah dan sebagai persentase penjualan.

Jumlah spesifik nilai rupiah

Pada jumlah spesifik nilai rupiah, persamaan volume dan biaya dalam menentukan target laba adalah sebagai berikut:

Sales (Q) = VC (Q) + FC + Target Laba
Q Target Laba = (FC + Target Laba) / (Sales - VC)
Q Target Laba = (FC + Target Laba) / Marjin Kontribusi per Unit
 
Menggunakan data Pempek Rasa di atas, asumsikan Pempek Rasa menargetkan laba sebesar 6 juta, maka volume penjualan adalah sebesar:

Q Target Laba = (4 juta + 6 juta) / 3,6 ribu
= 2,77 ribu

Maka, untuk menghasilkan laba sebesar 6 juta rupiah, Pempek Rasa perlu menjual sebanyak 2,77 ribu pempek tiap bulannya.

Persentase penjualan

Pada persentase penjualan, persamaan volume dan biaya dalam menentukan target laba sebagai berikut:

Sales (Q) = VC (Q) + FC + % Sales
Q Target Laba = FC / (Sales - VC - % Sales)
Q Target Laba = FC / (Marjin Kontribusi per Unit - % Sales)

Menggunakan data Pempek Rasa, asumsikan target laba adalah sebesar 20 persen dari penjualan, maka volume penjualan adalah sebanyak:

Q Target Laba = 4 juta / (3,6 ribu - 20% x 6 ribu)
= 1,67 ribu

Maka, untuk menghasilkan laba sebesar 20 persen dari penjualan, Pempek Rasa perlu menjual sebanyak 1,67 ribu pempek tiap bulannya.


Marjin keamanan

Marjin keamanan (margin of safety) adalah selisih antara penjualan sebenarnya (yang diharapkan) dengan penjualan pada titik impas.

Marjin keamanan dapat dinyatakan dalam rupiah ataupun rasio.

Perhitungan ini memberikan informasi mengenai seberapa jauh penjualan bisa turun, sebelum masuk dalam kondisi beroperasi dalam keadaan rugi.

Asumsikan penjualan yang diharapkan Pempek Rasa adalah sebesar 10 juta, maka marjin keamanan adalah sebesar:

Marjin Keamanan = Penjualan yang Diharapkan - Titik Impas
= 10 juta - 6,66 juta
= 3,4 juta

Ini artinya, penjualan dapat turun hingga 3,4 juta sebelum beroperasi dalam keadaan rugi.

Dari nilai marjin keamanan tersebut, maka dapat dihitung rasio marjin keamanan, yaitu:

Rasio Marjin Keamanan = Marjin Keamanan (Rp)
Penjualan yang diharapkan
= 3,4 juta / 10 juta
= 34%

Ini artinya, penjualan dapat turun hingga 34 persen dari penjualan yang diharapkan, sebelum beroperasi dalam keadaan merugi.


Sekian tulisan saya mengenai fungsi dari analisis cost volume profit (CVP).

Meskipun terlihat sederhana, namun analisis ini dapat memberikan insight yang penting dalam membantu manajemen mengambil keputusan.

Seperti misalnya, ketika perusahaan memutuskan untuk mengiklankan produk atau tidak, menentukan harga suatu produk, ataupun menentukan bauran penjualan untuk meningkatkan laba.  

Stay safe and stay healthy. Take care!

Post a Comment for "Memahami Fungsi dari Analisis Cost Volume Profit (CVP)"