Advertisement

Ad Code

Akuntansi untuk Saham Treasuri Menggunakan Metode Biaya

Akuntansi untuk Saham Treasuri

Saham beredar yang dibeli kembali oleh perusahaan penerbit disebut dengan saham treasuri (treasury stock).

Dalam rangka mencari pendanaan untuk membiayai kegiatan investasi-nya, sering kali perusahaan menjual sahamnya ke publik. Kegiatan ini biasa disebut dengan Initial Public Offering (IPO).

Nah, seiring berjalannya waktu, saham-saham yang telah beredar di masyarakat tersebut dibeli kembali oleh perusahaan untuk berbagai alasan.

Alasan Perusahaan Membeli Saham Treasuri

Ada beberapa alasan yang melatar belakangi perusahaan dalam membeli kembali saham-sahamnya yang beredar di publik.

Pertama, perusahaan akan menggunakan saham treasurinya untuk mengakuisisi perusahaan lain. Mekanismenya adalah perusahaan akan menukar saham tersebut dengan saham perusahaan yang akan diakuisisi.

Kedua, dengan membeli sahamnya yang beredar, perusahaan dapat menghindari pengambilalihan yang merugikan dari pihak pesaing.

Ketiga, saham treasuri tersebut, nantinya, akan digunakan untuk memberikan karyawan kompensasi dalam betuk opsi saham.

Keempat, untuk memberikan sinyal ke pasar, bahwa harga saham perusahaan saat ini berada pada valuasi yang wajar bila dibandingkan dengan kinerjanya dan prospek perusahaan di masa depan.

Kelima, untuk meningkatkan laba per lembar saham (EPS). Dengan semakin sedikitnya saham yang beredar, apabila laba konstan atau meningkat, EPS akan semakin besar. 

Akuntansi Saham Treasuri - Metode Biaya

Dalam akuntansi, ada dua metode untuk mencatat transaksi saham treasuri, yaitu metode biaya (cost method) dan metode nilai nominal (par method).

Pada tulisan ini, saya akan membahas akuntansi untuk saham treasuri dengan metode biaya saja.

Dengan metode biaya, saat perusahaan membeli kembali sahamnya, maka akun saham treasuri didebit sebesar biaya pembelian.

Harga pada saat IPO maupun harga nominalnya (par value) diabaikan.

Jika di kemudian hari saham treasuri tersebut diterbitkan kembali, maka, akun saham treasuri dikredit sebesar biaya pembeliannya.

Bila harga penjualan saham treasuri tersebut di atas harga pembeliannya, maka setiap kelebihan tersebut dikredit ke akun agio saham treasuri (paid-in capital from treasury stock).

Namun, bila harga penjualan saham treasuri di bawah harga penjualannya, maka, selisihnya didebit ke akun agio saham treasuri dan bila akun tersebut tidak cukup untuk menampungnya, maka sisanya didebit ke laba ditahan (retained earnings). 

Contoh Kasus Pencatatan Saham Treasuri - Metode Biaya

Saldo awal ekuitas pemilik PT XYZ pada 1 Januari 2021 adalah sebagai berikut:

Ekuitas Jumlah
Saham biasa, 10.000 par, 100.000 lembar beredar 1 miliar
Agio saham biasa 500 juta
Laba ditahan 3 miliar
Total 4,5 miliar

Pembelian Saham Treasuri

Pada tanggal 1 April 2021, PT XYZ membeli 10 ribu lembar sahamnya yang beredar dengan harga 200 juta.

Entri atas transaksi tersebut adalah:

Akun Debit Kredit
Saham Treasuri 200 juta
Kas 200 juta

Perhatikan! 

Pada entri tersebut, nilai nominal saham biasa maupun nilainya pada saat IPO diabaikan.

Saham treasuri dicatat sebesar biaya yang dikeluarkan saat membelinya.

Penjualan Saham Treasuri pada Harga Belinya

Pada tanggal 19 April 2021, PT XYZ menjual 2 ribu lembar saham treasuri yang dibeli pada tanggal 1 April 2021 pada harga yang sama dengan harga belinya yaitu 20 ribu per lembar.

Entri atas transaksi tersebut adalah:

Akun Debit Kredit
Kas 40 juta
Saham Treasuri 40 juta

Penjualan Saham Treasuri di Atas Harga Beli

Pada tanggal 5 Mei 2021, PT XYZ menerima 60 juta rupiah atas penjualan 2 ribu lembar saham treasurinya yang dibeli dengan harga 20 ribu per lembar pada 1 April 2021.

Entri atas transaksi tersebut adalah:

Akun Debit Kredit
Kas 60 juta
Saham Treasuri 40 juta
Agio Saham Treasuri 20 juta

Penjualan Saham Treasuri di Bawah Harga Beli

Ketika saham treasuri dijual di bawah harga belinya, entri jurnalnya bergantung pada agio saham treasuri.

Bila saldo agio saham treasuri adalah nol, maka, selisih harga beli dengan harga jualnya didebit ke akun laba ditahan.

Bila nilai saldo agio saham treasuri tersedia, maka, selisih harga beli dengan harga jualnya didebit ke akun agio saham treasuri. 

Dan bila  saldo agio saham treasuri tersedia, namun nilainya di bawah selisih harga beli dengan harga jual saham treasuri, maka sisa saldo yang tak tertampung di agio saham treasuri, didebit ke laba ditahan.

Pada tanggal 10 Juni 2021, PT XYZ menjual 3 ribu lembar saham treasurinya pada harga 10 ribu per lembar.

Entri atas transaksi tersebut adalah:

Akun Debit Kredit
Kas 30 juta
Agio Saham Treasuri 20 juta
Laba Ditahan 10 juta
Saham Treasuri 60 juta

Perhatikan!

Karena saldo agio saham treasuri yang tersedia hanya sebesar 20 juta, maka, selisih 10 juta yang tak tertampung di agio saham treasuri, didebit ke akun laba ditahan.

Kalau kamu bertanya dari mana asal agio saham treasuri sebesar 20 juta, maka jawabannya adalah berasal dari transaksi pada tanggal 5 Mei 2021, di mana saham treasuri dijual pada harga yang lebih tinggi dari harga belinya.

Penghentian Saham Treasuri

Saham treasuri bisa saja dihentikan (to be retired) oleh perusahaan. Ini artinya, perusahaan tidak akan menjual saham treasuri yang dimiliknya.

Dalam kasus penghentian saham treasuri, maka, seluruh akun yang terkait dengan saham treasuri tersebut dibatalkan.

Jadi, akun dengan saldo debit, seperti saham treasuri, dikreditkan. Akun dengan saldo kredit, seperti saham biasa dan agio saham biasa, didebit.

Saat ini, saham treasuri yang dimiliki PT XYZ setelah dijual sebanyak 7 ribu lembar, hanya tersisa 3 ribu lembar.

Pada tanggal 10 Juni 2021, PT XYZ memutuskan untuk menghentikan 3 ribu saham treasurinya yang tersisa.

Entri atas transaksi tersebut adalah:

Akun Debit Kredit
Saham Biasa 30 juta
Agio Saham Biasa 15 juta
Laba Ditahan 15 juta
Saham Treasuri 60 juta

Saham treasuri yang dihentikan adalah sebanyak 3 ribu lembar, atau sebanyak 3 persen dari keseluruhan saham PT XYZ.

Atas hal tersebut, nilai saham biasa dan agio saham biasa yang perlu didebit adalah sebesar 3 persen dari nilai saham biasa dan agio saham biasa PT XYZ (lihat neraca awal tahun PT XYZ).

Sekian tulisan saya mengenai akuntansi untuk saham treasuri menggunakan metode biaya.

Penutup

Akuntansi atas saham treasuri metode biaya merupakan pencatatan atas pembelian saham perusahaan yang beredar pada harga pembeliannya (bukan pada nilai nominalnya).

Ini berbeda dengan metode nilai nominal (par method) yang mencatat pembelian saham beredar pada harga nominalnya, sehingga memerlukan adanya pendebitan atas agio saham biasa yang timbul pada saat penerbitan saham biasa. 

Selanjutnya, pada metode biaya, bila saham treasuri tersebut dijual, maka, bila saham treasuri dijual pada harga yang lebih tinggi dibandigkan harga saat pembelian, selisihnya dicatat dengan mengkreditnya sebagai agio saham treasuri.

Bila saham treasuri dijual pada harga yang lebih rendah dibandingkan harga pembeliannya, maka selisihnya dicatat dengan mendebit laba ditahan.

Sekian tulisan saya mengenai akuntansi untuk saham treasuri metode biaya.

Stay safe and stay healthy. Take care!

Post a Comment

0 Comments

Comments