Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Karakteristik Saham Biasa dan Hak - Hak yang Dimiliki Pemegangnya

Karakteristik Saham Biasa

Sepertinya, selama ini, saya sudah sangat banyak menulis mengenai pencatatan akuntansi atas saham biasa hingga cara menghitung valuasi saham.

Namun, saya belum pernah menulis mengenai apa itu saham biasa (common stock), karakteristiknya, dan hak-hak yang dimiliki pemegang saham biasa.

Nah, pada tulisan ini saya akan mencoba menuliskan mengenai hal-hal tersebut.

Jadi, pada dasarnya, baik saham biasa maupun saham preferen, sama-sama mewakili kepemilikan pada suatu perusahaan.

Meski demikian, hanya mereka yang memiliki kepemilikan mayoritas atau signifikanlah yang memiliki suara dalam manajemen perusahaan.

Karakteristik saham biasa

Pertama, pemegang saham biasa, biasa disebut dengan pemilik sisa pada suatu perusahaan  karena memiliki hak suara dan juga menanggung risiko tak terbatas karena status kepemilikannya.

Selanjutnya, yang kedua, dalam hal klaim aset atas kebangkrutan perusahaan, pemegang saham biasa berada di urutan paling akhir, di belakang pemegang surat utang atau obligasi dan juga pemegang saham preferen.

Ketiga, tanggung jawab pemegang saham adalah sebatas jumlah dana yang diinvestasikannya saja.

Keempat, terkait dengan klaim atas pendapatan perusahaan, pemegang saham biasa berhak menerima dividen ataupun kenaikan modal atas laba ditahan, hanya setelah semua kewajiban perusahaan diselesaikan.

Dan yang kelima, terkait dividen, bahkan setelah perusahaan memenuhi seluruh kewajibannya, kalau direksi tidak mengumumkan dividen, maka pemegang saham tidak akan mendapatkan dividen.

Penerbitan saham biasa oleh perusahaan

Ketika perusahaan baru berdiri, saham biasa dijual kepada pemegang saham untuk mengumpulkan uang bagi perusahaan.

Begitupun, seiring berjalannya waktu, ketika perusahaan membutuhkan tambahan dana untuk perluasan maupun investasinya, perusahaan dapat menjual lebih banyak saham biasa di samping obligasi atau saham preferen.

Untuk perusahaan terbuka, kepemilikan saham biasa, meskipun saat ini berbentuk elektronik, namun masih ada juga yang memegangnya dalam bentuk sertifikat berwujud.

Sertifikat tersebut menunjukkan nama perusahaan penerbit, nama pemilik saham, jumlah kepemilikannya, nomor seri, dan juga nominal saham.

Selain itu, pada sertifikat saham, juga terdapat pernyataan, yang harus ditandatangani oleh pemegang saham ketika berpindah kepemilikan.

Pada saat ingin memperjualbelikan saham miliknya, maka untuk para pemegang saham berwujud, perlu mengonversinya ke bentuk elektronik terlebih dahulu di KSEI.

Hak - hak pemegang saham

Mengenai hak pemegang saham untuk menerima dividen setelah diumumkan, hak untuk mendapatkan keterbukaan informasi, hingga hak atas aset perusahaan, tentu kamu sudah mengetahuinya.

Nah, selanjutnya saya hanya akan membahas mengenai hak voting dan hak membeli pertama yang dimiliki pemegang saham.

Hak suara (voting rights)

Hak suara adalah, tentu saja, hak pemegang saham untuk memberikan suara.

Hak ini termasuk memberikan suara pada masalah penting yang dihadapai perusahaan, seperti misalnya menentukan jajaran direksi yang nantinya akan menjalankan perusahaan.

Pemegang saham biasa juga perlu menyetujui setiap perubahan pada akta perusahaan.

Sehingga bila manajemen perusahaan ingin mengambil alih korporasi lain melalui penerbitan saham biasa untuk selanjutnya ditukarkan, tentu harus melalui persetujuan pemegang saham.

Kemudian, dalam hal menghadiri RUPS untuk memberikan suara secara langsung, banyak pemegang saham menggunakan proxy.

Proxy sendiri adalah dokumen yang memiliki kekuatan hukum untuk memberikan kuasa kepada seseorang untuk memberikan suara pada saat RUPS untuk pemegang saham yang tidak hadir. 

Untuk prosedur pemungutan suara, perusahaan biasa menggunakan pemungutan suara mayoritas atau pemungutan suara kumulatif.

Pemungutan suara mayoritas

Misalnya, dalam hal pemilihan direksi.

Pada pemungutan suara mayoritas, pemegang saham diperbolehkan untuk memberikan satu suara atas setiap lembar saham yang dimiliki untuk tiap posisi direktur. 

Jadi, berdasarkan pemungutan suara mayoritas, jumlah suara yang dimiliki pemegang saham sama dengan jumlah saham yang dimilikinya.

Mayoritas suara menentukan direktur yang terpilih.

Pemungutan suara kumulatif

Di sisi lain, berdasarkan pemungutan suara kumulatif, pemegang saham berhak atas jumlah suara yang sama dengan jumlah saham yang dimilikinya dikalikan dengan jumlah kandidat direksi.

Jadi, pemegang saham dapat memberikan suara mereka untuk satu kandidat atau memisahkannya.

Karena pemungutan suara kumulatif memberikan bobot yang meningkat kepada pemegang saham minoritas, maka setidaknya mereka dapat memilih satu direktur.

Contoh kasus voting mayoritas dan voting kumulatif 

Asumsikan PT XYZ memiliki 10 ribu lembar saham beredar dan akan memilih dua orang untuk menempati dua posisi di jajaran direksi.

Bila berdasarkan voting mayoritas, maka pemegang saham minoritas dengan 3 ribu lembar saham, dapat memberikan 3 ribu suara untuk masing-masing dari dua kandidat.

Namun, berdasarkan voting kumulatif, pemegang saham minoritas dengan 3 ribu lembar saham dapat memberikan seluruh 6 ribu suara yang dimilikinya (3 ribu lembar x 2 posisi) untuk satu kandidat saja. 

Jadi, metode voting kumulatif lebih menguntungkan bagi pemegang saham minoritas dibandingkan metode voting mayoritas.

Hak membeli pertama (preemptive right)

Hak membeli pertama biasa disebut juga dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Hak ini memungkinkan pemegang saham untuk mempertahankan persentase konstan dari saham perusahaan yang beredar dengan adanya kesempatan untuk membeli saham baru yang diterbitkan sebanyak dengan persentase kepemilikan saham yang dimiliki.

Jadi, misalnya, ketika pemegang saham memiliki 20 persen saham perusahaan, maka ketika perusahaan menerbitkan saham baru, pemegang saham tersebut berhak membeli 20 persen saham baru yang diterbitkan.

Hak ini dapat dieksekusi oleh pemegang saham, dijual, atau dibiarkan saja hingga expired.

Biasanya, bila pemegang saham mengeksekusi haknya, harga pembelian saham baru tersebut bisa di bawah harga pasar.


Sekian tulisan saya mengenai karakteristik saham biasa dan hak-hak yang dimiliki pemegangnya.

Stay safe and stay healthy. Take care!

Post a Comment for "Karakteristik Saham Biasa dan Hak - Hak yang Dimiliki Pemegangnya"