Advertisement

Ad Code

Pentingnya Memahami Standar Pelaporan Keuangan dan Akuntansi

Pentingnya Memahami Standar Pelaporan Keuangan dan Akuntansi

Standar pelaporan keuangan sangat penting untuk bisnis karena mengatur ketentuan umum dalam pelaporan, keseragaman metode, dan pengungkapan keseluruhan dalam penyajian laporan keuangan.

Di Indonesia, standar ini disebut standar akuntansi keuangan (SAK), yang mengatur metode dasar untuk mengukur profit dan untuk menilai aset, kewajiban, serta informasi-informasi yang harus diungkapkan di dalam laporan keuangan.

Apabila pelaporan keuangan tidak berdasarkan SAK, seharusnya suatu bisnis menyatakan secara jelas bahwa basis pelaporannya tidak berdasarkan SAK dan tidak menggunakan judul laporan sesuai dengan yang diterangkan di SAK. 

Misalnya, apabila suatu bisnis hanya mencatat kas masuk dan kas keluar setiap transaksi, maka laporan keuangannya tidak seharusnya diberi judul laporan laba rugi atau neraca, karena istilah-istilah ini adalah bagian dari SAK, dan seharusnya hanya digunakan apabila pelaporan keuangan menggunakan SAK sebagai landasan penyusunannya.

Pentingnya Memahami Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

Para pelaku bisnis sudah seyogyanya memahami dasar-dasar dari SAK meskipun tidak perlu hingga ke tingkat teknikal. Hal ini sangat penting untuk memahami cara mengukur profit

Banyak pelaku bisnis yang masih terjebak dalam pemikiran bahwa laba bersih hanyalah selisih antara cash in flow dengan cash out flow, padahal laporan laba rugi atau bahkan laporan cash flow sendiri tidak sesederhana itu.

Selain laba, penilaian persediaan adalah beberapa contoh lain dari kerumitan ini.

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan Pengukuran Laba

Ketika perusahaan dagang membeli suatu produk, biaya akuisisi akan dicatat di neraca sebagai persediaan untuk dijual, sebesar biaya perolehannya. Biaya perolehan akan tetap berada di sisi aset neraca sampai barang dijual ke pelanggan, jadi tak langsung diakui sebagai biaya.

Ketika produk terjual, perusahaan akan mencatatnya sebagai biaya pokok atau harga pokok penjualan (HPP) dan akan mengurangi jumlah persediaan yang tercatat di neraca di sisi aset. Harga pokok penjualan akan mengurangi penjualan yang diterima dari pelanggan, sehingga menghasilkan laba kotor.

Namun demikian, ini pun belum menghasilkan perhitungan laba bersih karena mungkin ada banyak biaya operasional lain yang harus diperhitungkan.

Perlakuan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) untuk Penilaian Persediaan

Ketika harga persediaan berfluktuasi, seperti ketika biaya pasar persediaan menjadi lebih tinggi dari harga saat diperoleh, bisnis dapat mempertimbangkan untuk mencatat kenaikan tersebut sebagai keuntungan. 

Namun demikian, menurut SAK, tidak ada untung sampai persediaan dijual ke pelanggan. Di sisi lain, jika biaya pasar persediaan lebih rendah dari biaya perolehannya, kerugian tersebut harus dicatat.

Salah satu metode yang digunakan untuk menghitung ulang nilai persediaan adalah metode biaya atau pasar yang lebih rendah.

Dari hal tersebut kamu dapat melihat bahwa SAK bahkan menerapkan perlakuan yang sangat berbeda terhadap satu akun, sehingga hal ini penting untuk dipahami oleh para pelaku bisnis.

Jenis Standar Akuntansi di Indonesia

Saat ini ada 3  macam standar akuntansi yang  diterbitkan oleh Dewan Standar Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan 1 standar yang dikeluarkan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP), yaitu:

  • SAK-ETAP atau Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntansi Publik yang digunakan untuk perusahaan yang akuntabilitas publiknya tidak signifikan dan laporan keuangannya digunakan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan perusahaan, seperti kreditur.
  • PSAK Syariah yang ditujukan kepada entitas-entitas yang berpedoman pada syariah islam, seperti badan zakat, bank syariah, pegadaian syariah, hingga leasing syariah. Pengembangan PSAK syariah dilakukan dengan mengikuti model SAK umum namun berbasis syariah dengan mengacu kepada fatwa MUI. 
  • Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) yang ditujukan kepada entitas pemerintah dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Penutup

Secara keseluruhan, selain memahami bisnis untuk menentukan sistem akuntansi yang digunakan, memahami standar pelaporan keuangan dan akuntansi sangat penting untuk entitas atau bisnis apa pun. 

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) terus diperbarui dan tidak selalu dapat digunakan untuk setiap kejadian, dan banyak dari standar ini membutuhkan fleksibilitas, pengalaman, dan interpretasi yang cermat serta perhatian dalam penerapannya. 

Dengan memahami standar pelaporan keuangan dan akuntansi, bisnis dapat memastikan pelaporan keuangan yang akurat dan transparan serta menghindari potensi konsekuensi hukum dan keuangan.

Comments