Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menyiapkan Laporan Arus Kas dengan Excel

Laporan arus kas

Laporan arus kas (cash flow statement) mengonversi data-data akuntansi pada laporan laba rugi dan neraca menjadi suatu informasi mengenai pergerakan keluar masuk kas perusahaan. 

Intinya, laporan ini menunjukkan dari mana kas masuk ke perusahaan dan juga untuk apa kas tersebut digunakan. 

Nilai kas bersih pada laporan arus kas harus sama nilainya dengan nilai kas dan setara kas di neraca periode laporan dikurang nilai kas dan setara kas di neraca periode sebelumnya. 

Ini artinya, nilai saldo kas di neraca, merupakan nilai kas perusahaan pada awal periode ditambah dengan kas yang masuk dikurang dengan kas yang keluar.

Saldo akhir kas =   Saldo awal kas + Kas masuk (sumber kas) - Kas keluar (penggunaan kas)

1. Komponen-komponen laporan arus kas

Laporan arus kas dibagi menjadi 3 komponen, yaitu arus kas dari kegiatan operasional (cash flow from operations), arus kas dari kegiatan investasi (cash flow from investing), dan arus kas dari kegiatan pembiayaan (cash flow from financing).

Arus kas dari kegiatan operasional berasal dari kegiatan penjualan, beban penyusutan, perubahan piutang dagang, perubahan persediaan, perubahan utang dagang, perubahan utang bank, dan perubahan kewajiban lancar lainnya. 

Arus kas dari kegiatan investasi merupakan arus kas atas perubahan aset tetap. 

Arus kas dari kegiatan pembiayaan merupakan perubahan arus kas atas pembiayaan perusahaan.

Oh ya, yang dimaksud perubahan itu sendiri adalah selisih antara saldo akhir dengan saldo awal akun-akun tersebut.

2. Menyiapkan laporan arus kas

Gambar 1 adalah laporan arus kas dari PT XYZ. Laba bersih dan beban penyusutan didapatkan dari laporan laba rugi PT XYZ pada akhir periode yang telah disiapkan pada tulisan saya sebelumnya yang berjudul "Menyiapkan Laporan Laba Rugi dengan Excel", sedangkan akun-akun lainnya merupakan representasi dari perubahan-perubahan akun neraca pada dua periode, yaitu antara tahun 2019 dan 2018, yang juga telah disiapkan pada tulisan saya sebelumnya yang berjudul "Menyiapkan Laporan Neraca dengan Excel".

Laporan arus kas
Gambar 1: Laporan Arus Kas

Kenaikan pada akun-akun aset, seperti pembelian mesin dan peralatan, merupakan penggunaan kas, yang berarti arus kas keluar. Transaksi ini memiliki nilai negatif pada laporan arus kas. 

Di sisi lain, penurunan pada akun-akun aset, seperti penjualan mesin dan peralatan, merupakan sumber kas, yang berarti arus kas masuk. Transaksi ini memiliki nilai positif pada laporan arus kas.

Perlakuan kewajiban dan ekuitas pada laporan arus kas merupakan kebalikan atas perlakuan aset. 

Kenaikan pada akun-akun kewajiban dan ekuitas, seperti utang dagang, merupakan sumber kas, yang berarti kas masuk. Transaksi ini memiliki nilai positif pada laporan arus kas. 

Di sisi lain, penurunan pada akun-akun kewajiban dan ekuitas, merupakan penggunaan kas, yang berarti arus kas keluar. Transaksi ini memiliki nilai negatif pada laporan arus kas. 

Jadi, sumber kas memiliki nilai positif pada laporan arus kas. Yang termasuk dalam transaksi ini adalah penurunan aset, kenaikan kewajiban, laba bersih, penyusutan, amortisasi, deplesi, penjualan saham, dan kenaikan ekuitas pemilik. 

Sedangkan penggunaan kas memiliki nilai negatif pada laporan kas. Yang termasuk dalam transaksi ini adalah peningkatan aset, penurunan kewajiban, rugi bersih, pembayaran dividen, dan penurunan nilai ekuitas pemilik.

3. Input data laporan arus kas di excel

Seluruh data pada laporan arus kas bersumber dari laporan laba rugi dan laporan neraca. Untuk memahami hubungan tersebut perhatikan gambar-gambar berikut:

Formula laporan arus kas
Gambar 2: Formula laporan kas

Laporan laba rugi
Gambar 3: Laporan laba rugi

Laporan neraca
Gambar 4: Laporan Neraca

Laba bersih

Ketik ='Laba Rugi'!B21 di sel C5 dan tekan enter. Ini akan menginput angka laba bersih di laporan laba rugi ke laba bersih di laporan arus kas.

Beban penyusutan

Ketik ='Laba Rugi'!B10 di sel C6 dan tekan enter. Beban penyusutan merupakan akun non-kas, yang mengurangi nilai laba bersih, sehingga pada laporan arus kas perlu ditambahkan kembali.

Perubahan aset

Peningkatan nilai aset di neraca, seperti piutang, persediaan, dan aset lancar lainnya, mengurangi kas, sehingga pada laporan arus kas, nilainya adalah negatif. Maka pada sel C8 perlu diinput formula =-(Neraca!D9-Neraca!E9) dan copy formula tersebut ke sel C9 dan C10.

Perubahan kewajiban

Peningkatan nilai kewajiban di neraca, seperti utang dagang, utang bank, dan utang lain-lain, menambah kas, sehingga pada laporan arus kas nilainya adalah positif. Jadi, pada sel C12 perlu diinput formula =Neraca!D22-Neraca!E22 dan copy formula tersebut ke sel C13 dan C14.

Arus kas bersih dari kegiatan operasional

Ini merupakan nilai kas bersih dari kegiatan operasional. Pada sel C15 ketik =SUM(C5:C14).

Arus kas bersih dari kegiatan investasi

Ini merupakan arus kas bersih terkait perubahan investasi pada aktiva tetap. Investasi tersebut membutuhkan kas, sehingga kegiatan tersebut merupakan arus kas keluar pada perusahaan dan pada laporan arus kas bernilai negatif. 

Di sel C17 formula yang diinput adalah =-((Neraca!D18+Neraca!D17)-(Neraca!E18+Neraca!E17)). Perhatikan, pada formula ini aset tetap ditambahkan kembali dengan penyusutannya. Hal ini disebabkan penyusutan merupakan akun non-kas, sehingga dengan menambahkan kembali aset tetap dengan penyusutannya, didapatkan angka yang akurat atas kas yang dikeluarkan untuk investasi aset tetap tersebut.

Perubahan kewajiban jangka panjang

Peningkatan pada kewajiban jangka panjang merupakan sumber dana dan arus kas masuk, sehingga pada C19 diinput formula =Neraca!D26-Neraca!E26.

Dividen yang dibayarkan

Dividen yang dibayarkan ke pemegang saham pada tahun 2019 merupakan selisih antara laba bersih dengan laba ditahan. Laba ditahan 2019, merupakan selisih akumulasi laba ditahan pada tahun 2019 dengan akumulasi laba ditahan pada tahun 2018.

Jadi, pada sel C20 diinput formula =-('Laba Rugi'!B21-(Neraca!D32-Neraca!E32)). Perhatikan, pada formula ini ditambahkan tanda minus di awal formula, karena pembayaran dividen merupakan arus kas keluar pada perusahaan. 

Verifikasi

Total arus kas bersih dari kegiatan operasional, investasi, dan pembiayaan pada laporan arus kas, harus sama dengan selisih kas dan setara kas pada akhir periode dengan kas dan setara kas pada awal periode pelaporan di laporan neraca.

Untuk memastikannya, pada sel C23 masukan formula berikut =IF(ABS(C22-(Neraca!D8-Neraca!E8))>1,"FALSE","TRUE"). Dengan menggunakan fungsi ABS artinya kamu akan memastikan penggunaan nilai absolut, sehingga terhindar dari value yang salah karena pembulatan.  


Laporan arus kas memberikan informasi atas proporsi sumber kas dan penggunaannya terkait kegiatan operasional, investasi, dan pembiayaan. 

Apabila arus kas bersih bernilai positif, artinya perusahaan memiliki sisa kas dari kas yang dihasilkan pada periode pelaporan setelah membayar seluruh bebannya, dan sebaliknya, bila arus kas bersih bernilai negatif, artinya kas yang dihasilkan perusahaan selama periode pelaporan tidak cukup untuk membayar beban-bebannya dan terpaksa menggunakan cadangan kas dari periode sebelumnya. 

Stay safe and stay healthy. Take care!