Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

The Big 3 Financial Statements

Tiga besar laporan keuangan

Laporan keuangan utama perusahaan terdiri dari lima jenis, yaitu laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal, laporan neraca, dan catatan atas laporan keuangan. 

Tiga di antara lima laporan tersebut merupakan yang terpenting dan biasa disebut the big 3 atau tiga besar, karena sifatnya yang mampu memberikan gambaran atas kinerja dan kekuatan keuangan suatu perusahaan.

Tiga laporan keuangan tersebut, masing-masing memberikan informasi yang berbeda dan tidak dapat saling menggantikan. "three-legged stool of company reporting" adalah frasa yang sering saya gunakan untuk mendeskripsikan betapa pentingnya masing-masing laporan tersebut.

Lalu manakah di antara kelima laporan tersebut yang merupakan the big 3?

Jawabannya adalah laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan neraca.

Laporan laba rugi

Laporan laba rugi atau biasa disebut dengan income statement menggambarkan kegiatan penjualan (sales) suatu perusahaan yang berujung pada laba bersih (profit) atau rugi bersih (loss) pada suatu periode. 

Pada intinya, laporan laba rugi dapat memberikan persepektif penting kepada stakeholders mengenai kinerja perusahaan dalam meng-generate laba.

Laporan arus kas

Laporan arus kas atau biasa disebut dengan cash flow statement memberikan detail mengenai pergerakan keluar masuk kas pada suatu perusahaan dalam suatu periode. 

Perusahaan  membutuhkan uang untuk menghasilkan uang. 

Meskipun perusahaan memperoleh laba yang besar, tetapi di sisi yang lain kehabisan uang (perbedaan ini dapat terjadi karena adanya metode akuntansi berbasis akrual), hal tersebut dapat menjadi sangat buruk untuk kelangsungan hidup perusahaan.

Laporan neraca

Laporan neraca atau biasa disebut dengan balance sheet mencatat aset-aset yang dimiliki perusahaan dan juga struktur modal perusahaan untuk mengakuisisi aset-aset tersebut. 

Struktur modal ini terdiri dari utang pada kreditur dan modal pemilik.