Advertisement

Ad Code

The Big 3 Financial Statements

Tiga Besar Laporan Keuangan

Laporan keuangan sangat penting untuk mengevaluasi posisi keuangan dan kinerja perusahaan.

Meskipun ada lima jenis laporan keuangan, "the big 3 financial statements" atau "tiga besar laporan keuangan" adalah laporan paling sering digunakan dalam hal memberikan gambaran menyeluruh tentang kesehatan keuangan perusahaan.

Laporan-laporan tersebut adalah laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan neraca.

Laporan Laba Rugi: Memahami Profitabilitas Perusahaan

Lapora Laba Rugi

Laporan laba rugi merupakan laporan keuangan penting yang memberikan gambaran mengenai kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu. Laporan ini memberikan informasi tentang pendapatan, biaya, dan profitabilitas perusahaan.

Laporan laba rugi biasanya dimulai dengan total pendapatan perusahaan untuk periode tersebut. Ini termasuk pendapatan dari produk atau jasa, serta pendapatan lain yang mungkin diterima perusahaan, seperti pendapatan bunga. Selanjutnya, laporan laba rugi mengurangi harga pokok penjualan (HPP) dan biaya operasional untuk mendapatkan pendapatan operasional.

HPP meliputi biaya langsung untuk memproduksi atau mengirimkan produk atau jasa perusahaan, seperti bahan baku, tenaga kerja, dan biaya pengiriman. Biaya operasional adalah biaya yang tak terkait langsung dengan penjualan, namun lebih ke biaya yang dikeluarkan dalam rangka menjalankan bisnis, seperti sewa, gaji, pemasaran, dan biaya administrasi.

Setelah pendapatan dikurang dengan HPP dan biaya operasional, laporan laba rugi menghasilkan pendapatan operasional. Pendapatan operasional merupakan keuntungan yang diperoleh perusahaan dari operasi bisnis sebelum memperhitungkan biaya atau pendapatan non-operasional.

Kemudian, laporan laba rugi mengurangi pendapatan operasional tersebut dengan biaya non-operasional atau menambahnya dengan pendapatan non-operasional, seperti biaya bunga atau keuntungan/kerugian dari investasi, untuk mendapatkan laba bersih perusahaan sebelum pajak. 

Terakhir, laba bersih sebelum pajak dikurang dengan PPh badan menghasilkan laba bersih yang merupakan bottom-line yang menunjukkan profitabilitas perusahaan setelah pajak.

Menganalisis laporan laba rugi dapat memberikan wawasan berharga mengenai kesehatan dan kinerja keuangan perusahaan. Misalnya, jika marjin laba kotor perusahaan menurun dari waktu ke waktu, maka hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa perusahaan menghadapi persaingan yang meningkat atau biaya yang meningkat. Demikian pula, jika biaya operasional perusahaan tumbuh lebih cepat dari pendapatannya, ini mungkin menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mengalami inefisiensi.

Laporan Arus Kas: Menganalisis Arus Kas Perusahaan

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas menunjukkan pergerakan kas masuk dan keluar dari suatu perusahaan selama suatu periode. 

Laporan ini sangat penting karena meskipun sebuah perusahaan mengakui laba yang besar, perusahaaan tebut bisa saja menghadapi kesulitan keuangan jika tidak memiliki cukup kas untuk memenuhi kewajibannya. Perbedaan antara laba dan kas ini dapat terjadi karena akuntansi berbasis akrual.

Akuntansi basis akrual adalah metode akuntansi di mana pendapatan dan beban diakui pada saat diperoleh atau dikeluarkan, terlepas dari kapan kas benar-benar diterima atau dibayar. Hal ini berbeda dengan basis kas, dimana pendapatan dan beban hanya diakui pada saat kas diterima atau dibayarkan.

Misalnya, sebuah perusahaan menyelesaikan layanan jasa kepada pelanggan pada bulan Desember tetapi tidak menerima pembayaran hingga Januari. Berdasarkan basis akrual, perusahaan akan mengakui pendapatan pada bulan Desember ketika jasa diberikan, meskipun belum menerima uang tunai. Sebaliknya, berdasarkan basis kas, perusahaan hanya akan mengakui pendapatan pada bulan Januari ketika menerima kas.

Perbedaan inilah dapat menciptakan perbedaan antara laba yang dilaporkan perusahaan dan posisi kas aktualnya.

Laporan arus kas menyoroti arus kas masuk dan keluar perusahaan dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Ini membantu pihak-pihak yang kepentingan memahami bagaimana perusahaan menghasilkan uang tunai dan bagaimana menggunakannya untuk mendanai operasinya.

Laporan Neraca: Mengevaluasi Posisi Keuangan Perusahaan

Neraca Perusahaan

Neraca merupakan laporan keuangan penting yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada titik waktu tertentu. Laporan ini memberikan gambaran tentang aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan dan memberikan wawasan tentang kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Neraca memiliki dua bagian utama: aset dan kewajiban + ekuitas. Aset mencakup semua hal yang dimiliki perusahaan, seperti kas, piutang, persediaan, dan properti, pabrik, dan peralatan. Kewajiban mencakup seluruh utang perusahaan, termasuk utang dagang, utang wesel, dan utang jangka panjang.

Bagian ekuitas mencakup kekayaan bersih perusahaan, yang merupakan selisih antara aset dan kewajibannya. Ini termasuk modal disetor, agio saham, laba ditahan, dan item lain yang memengaruhi ekuitas perusahaan.

Neraca penting karena memberikan informasi tentang likuiditas, solvabilitas, dan struktur modal perusahaan. Likuiditas mengacu pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya, seperti membayar tagihan ke pemasok dan gaji. Solvabilitas, di sisi lain, mengacu pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya, seperti melunasi utang.

Menganalisis neraca dapat memberikan wawasan mengenai kesehatan dan kekuatan keuangan perusahaan. Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki rasio utang terhadap ekuitas yang tinggi, hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut terlalu mengandalkan pembiayaan utang untuk operasinya. Di sisi lain, jika perusahaan memiliki saldo kas yang tinggi dan utang yang rendah, hal ini dapat mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut memiliki posisi keuangan yang kuat dan dapat bertahan dari kemerosotan ekonomi.

Penutup

Laporan keuangan tiga besar memberikan gambaran menyeluruh tentang kesehatan keuangan perusahaan.

Perusahaan menggunakan laporan-laporan ini untuk mengevaluasi kinerjanya, membuat keputusan keuangan, dan mengkomunikasikan situasi keuangan mereka kepada investor, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan keakuratan dan kelengkapan laporan tersebut untuk menjaga keyakinan dan kepercayaan pihak-pihak yang kepentingan terhadap perusahaan.

Tiga besar laporan keuangan saling berhubungan dan memberikan informasi yang berbeda namun saling melengkapi mengenai kesehatan keuangan perusahaan.

Bersama-sama, ketiga laporan ini memberikan gambaran lengkap kepada pihak-pihak yang kepentingan mengenai posisi dan kinerja keuangan perusahaan, yang penting untuk membuat keputusan yang tepat.

Comments