Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Obligasi dan Saham Preferen Konversi dalam Akuntansi

Akuntansi Obligasi dan Saham Preferen Konversi

Surat berharga perusahaan jenisnya sangat beragam dan tak terbatas pada saham biasa, saham preferen, dan obligasi saja.

Beberapa dari surat berharga tersebut adalah obligasi konversi, saham preferen konversi, obligasi dengan waran, dan opsi saham karyawan.

Pada tulisan ini, saya akan membahas mengenai akuntansi untuk obligasi konversi dan saham preferen konversi.

Untuk opsi saham karyawan, kamu dapat membacanya pada tulisan saya yang berjudul "Akuntansi untuk Opsi Saham Karyawan".

Obligasi konversi

Obligasi konversi (convertible bond) adalah obligasi yang dapat diperdagangkan oleh pemegang sertifikat atau investornya, sebelum jatuh tempo, untuk saham biasa.

Jadi, untuk obligasi konversi, investor dapat memilih untuk mendapatkan pembayaran pokok dan bunga atau memperdagangkannya untuk saham biasa.

Karena fitur konversi yang dimilikinya, obligasi konversi umumnya menawarkan kupon yang lebih rendah dibandingkan dengan obligasi non-konversi.

Akuntansi untuk obligasi konversi

PT XYZ menerbitkan obligasi dengan nilai nominal 100 juta, jangka waktu 5 tahun, rate kupon 10%, pada harga 103. 

Obligasi tersebut dapat dikonversi menjadi 5 ribu saham biasa dengan nilai nominal 10 ribu rupiah per lembar, setelah 3 tahun.

Entri atas penerbitan obligasi konversi sama saja dengan obligasi non-konversi, yaitu:

Kas 103 juta
Utang Obligasi 100 juta
Agio Obligasi 3 juta

Asumsikan pada tahun ke-3 sang investor memutuskan untuk mengonversi obligasi tersebut menjadi saham biasa.

Perlu diingat bahwa agio obligasi diamortisasi dan nilai sisanya perlu didebit pada saat konversi atau penjualan.

Terkait akuntansi untuk obligasi, kamu dapat membaca tulisan saya yang berjudul "Akuntansi Penerbitan Obligasi, Amortisasi, dan Beban Bunga".

Jadi, saat ini, posisi obligasi PT XYZ tersebut masih pada nilai 100 juta, sedangkan agio obligasinya yang diamortisasi menggunakan metode garis lurus tinggal tersisa  1,2 juta (3 juta - 1,8 juta).

Nilai buku obligasi pada tahun ke-3 menjadi 101,2 juta rupiah, sedangkan nilai pasarnya adalah pada 105.

Nah, pada saat konversi, entri atas saham biasa maupun obligasi menggunakan nilai buku, bukan nilai pasarnya, sehingga tidak ada keuntungan atau kerugian yang perlu diakui.

Atas hal tersebut, entri atas konversi obligasi PT XYZ pada tahun ke-3 adalah:

Utang Obligasi 100 juta
Agio Obligasi 1,2 juta
Saham Biasa 50 juta
Agio Saham Biasa 51,2 juta

Perhatikan, entri atas konversi tersebut mengabaikan nilai obligasi pada 105, serta nilai pasar saham.

Utang serta agio obligasi, pada saat konversi, diganti dengan saham biasa serta agio saham biasa.

Agio saham biasa timbul karena nilai buku obligasi berada di atas nilai buku saham biasa. 

 

Saham preferen konversi

Saham preferen konversi (convertible preferred stock) memberi hak kepada investornya untuk menukar saham preferen yang mereka pegang dengan sejumlah saham biasa.

Fitur konversi pada saham preferen diberikan perusahaan untuk menarik minat investor atas saham preferen.

Ketika sebuah perusahaan berkembang pesat, nilai pasar dari saham biasanya otomatis juga mengalami peningkatan.

Nah, ketika hal tersebut terjadi, para pemegang saham preferen juga dapat menikmati kesuksesan perusahaan dengan mengonversi saham preferen yang dimiliknya menjadi saham biasa.

Akuntansi untuk saham preferen konversi

PT ABC menerbitkan 5 ribu saham preferen konversi dengan nilai nominal 20 ribu rupiah per lembar untuk kas sebesar 150 juta.

Saham preferen tersebut dapat dikonversi menjadi 7 ribu lembar saham biasa dengan nilai nominal 10 ribu rupiah per lembarnya.

Entri atas penerbitan saham preferen konversi sama saja dengan saham preferen non-konversi, yaitu:

Kas 150 juta
Saham Preferen 100 juta
Agio Saham Preferen 50 juta

Seiring berjalannya waktu, kinerja PT ABC mengalami lonjakan yang sangat signifikan yang berimbas pada kenaikan nilai pasar saham biasanya.

Atas hal tersebut, para pemegang saham preferen konversi PT ABC memutuskan untuk mengonversi saham preferennya menjadi saham biasa.

Dalam hal entri jurnal, sama seperti pada obligasi konversi, PT ABC perlu menggunakan metode nilai buku yang mengabaikan nilai pasar.

Akun saham preferen dan agio saham preferen perlu dinolkan dengan mendebitnya.

Sementara, akun saham biasa dikredit, dan apabila nilai saham biasa di bawah nilai buku saham preferen, maka untuk menyeimbangkannya, agio saham biasa dikredit.

Namun, bila nilai saham biasa di atas nilai saham preferen, maka untuk menyeimbangkannya, laba ditahan perlu didebit.

Jadi, jurnal atas konversi saham preferen PT ABC oleh investor, dientri oleh PT ABC sebagai berikut:

Saham Preferen 100 juta
Agio Saham Preferen 50 juta
Saham Biasa 70 juta
Agio Saham Biasa 80 juta

Sekarang, untuk memahami bagaimana entri dilakukan apabila nilai buku saham biasa di atas nilai buku saham preferen, asumsikan saham preferen tersebut dapat dikonversi menjadi 17 ribu lembar saham biasa dengan nilai nominal 10 ribu rupiah per lembarnya.

Atas hal tersebut, jurnal atas konversi saham preferen PT ABC oleh investor, dientri oleh PT ABC sebagai berikut:

Saham Preferen 100 juta
Agio Saham Preferen 50 juta
Laba Ditahan 20 juta
Saham Biasa 170 juta

Perhatikan perbedaannya!

Seperti yang telah saya tulis sebelumnya, bahwa bila nilai saham biasa di atas nilai buku saham preferen, maka agio saham dikredit, sedangkan bila terjadi sebaliknya, maka laba ditahan didebit.


Sekian tulisan saya mengenai perlakuan akuntansi atas obligasi dan saham preferen konversi.

Stay safe and stay healthy. Take care!