Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Investasi pada Sekuritas Utang dan Ekuitas dalam Akuntansi

Akuntansi Investasi Sekuritas Utang dan Ekuitas

Pada tulisan terdahulu, saya pernah menulis mengenai akuntansi atas penerbitan sekuritas utang dan ekuitas ketika perusahaan mencari dana.

Nah, kali ini, saya akan menulis mengenai akuntansi atas sekuritas utang dan ekuitas dari sudut pandang perusahaan sebagai pembeli (investor).

Alasan utama perusahaan berinvestasi pada sekuritas yaitu karena perusahaan memiliki kelebihan kas yang tidak digunakan dalam kegiatan operasionalnya.

Namun, pada beberapa perusahaan, seperti misalnya bank, investasi tersebut memang ditujukan untuk menghasilkan pendapatan karena permintaan akan kredit sangat bervariasi tiap musimnya. 

Investasi ini dapat bersifat jangka pendek (temporary) ataupun jangka panjang (long term).

Investasi jangka pendek (temporary)

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, perusahaan mungkin saja memiliki kelebihan kas yang menganggur atau tidak digunakan dalam kegiatan operasionalnya.

Ini banyak terjadi pada perusahaan dengan siklus operasi musiman, seperti misanya peritel pakaian, yang mengalami kenaikan permintaan pada musim tertentu, seperti lebaran dan natal.

Akibatnya, pada periode tersebut, peritel sering kali mengalami peningkatan uang tunai, yang tidak lagi digunakan hingga musim lebaran atau natal berikutnya.

Daripada membiarkan kas tersebut menganggur di rekening giro, kebanyakan perusahaan menginvestasikannya dalam investasi jangka pendek pada surat berharga atau sekuritas.

Investasi jangka pendek utang

Untuk sekuritas utang, biasanya, perusahaan berinvestasi pada obligasi yang diterbitkan perusahaan atau negara ataupun instrumen utang lainnya yang mudah dipasarkan dan dapat dijual dalam waktu satu tahun.

Ketika sekuritas ini dibeli di atas atau di bawah nilai nominalnya, maka timbul yang namanya agio atau disagio obligasi.

Karena investasi bersifat jangka pendek, maka agio dan disagio tersebut tidak diamortisasi, sehingga akun investasi didebit pada jumlah yang dibayarkan, bukan nilai nominal.

Pencatatan atas investasi pada surat utang terjadi pada saat pembelian, penerimaan pendapatan bunga, dan penjualan.

Entri pembelian investasi jangka pendek utang

Asumsikan pada tanggal 2 Januari 2021 PT XYZ membeli obligasi dengan nilai nominal 100 juta pada harga 97. 

Entri atas transaksi tersebut adalah:

Investasi pada Sekuritas Utang Jangka Pendek 97 juta
Kas 97 juta

Dari entri tersebut, terlihat bahwa nilai investasi yang didebit adalah senilai dengan harga pembeliannya dan tidak ada akun disagio / diskon yang digunakan.

Entri pendapatan bunga investasi jangka pendek utang

Selanjutnya, karena sekuritas utang membayar bunga, PT XYZ perlu mengakui pendapatan bunga dengan mengkreditnya.

Jika bunga telah diterima sebelum tanggal 31 Desember 2021, maka akun perkiraan Kas didebit.

Asumsikan obligasi yang dibeli PT XYZ membayar bunga 10 persen per tahun dan tanggal pembayaran kupon adalah pada tanggal 31 Desember 2021. 

Entri atas transaksi tersebut adalah:

Kas 10 juta
Pendapatan Bunga 10 juta

Namun, bila kupon baru dibayarkan pada tanggal 2 Januari 2022, maka pada tanggal 31 Desember 2020, jurnal penyesuaian untuk memenuhi prinsip akrual perlu dibuat oleh PT XYZ.

Entrinya adalah:

Piutang Bunga 10 juta
Pendapatan Bunga 10 juta

Entri pembelian investasi jangka pendek utang di antara tanggal bunga

Apabila obligasi dibeli di antara tanggal bunga, maka harga obligasi tersebut akan dinaikkan sebesar jumlah bunga yang diakru pada tanggal pembelian.

Kenaikan ini perlu didebit ke perkiraan Pendapatan Bunga untuk mengurangi jumlah bunga yang diperoleh pada saat pembayaran kupon.

Asumsikan PT ABC membeli obligasi bertanggal 2 Januari 2021 pada tanggal 2 April 2021 pada harga senilai dengan nilai nominalnya, yaitu 100 juta. 

Rate kupon adalah 10 persen dan dibayar tiap tanggal 31 Desember.

Bunga yang diakru hingga hingga bulan April 2021 adalah sebesar 2,5 juta (100 juta x 10% x 1/4).

Atas hal tersebut, harga penjualan menjadi sebesar 102,5 juta (100 juta + 2,5 juta).

Entri atas transaksi pembelian tersebut adalah:

Investasi pada Sekuritas Utang Jangka Pendek 100 juta
Pendapatan Bunga 2,5 juta
Kas 102,5 juta

Selanjutnya, pada tanggal 31 Desember 2021, entri atas penerimaan pendapatan bunga adalah:

Kas 10 juta
Pendapatan Bunga 10 juta

Entri penjualan investasi jangka pendek utang

Ketika obligasi dijual, akun Investasi pada Sekuritas Utang Jangka Pendek dikredit.

Selisih antara kas yang diterima dengan biaya perolehan obligasi diakui sebagai keuntungan atau kerugian, tergantung pada kas yang diterima.

Bila kas yang diterima lebih besar dari biaya untuk memperoleh obligasi, maka selisihnya diakui sebagai keuntungan dengan mengkredit akun Keuntungan dari Penjualan Investasi Utang.

Namun, bila kas yang diterima lebih kecil dari biaya untuk memperoleh obligasi, maka selisihnya diakui sebagai kerugian dengan mendebit akun Kerugian dari Penjualan Investasi Utang.

Melanjutkan kasus pada PT ABC di atas, asumsikan PT ABC menjual investasi obligasinya pada harga 104 juta pada tanggal 2 Januari 2021.

Karena, harga jual obligasi tersebut lebih tinggi dari biaya untuk memperolehnya, maka PT ABC memperoleh keuntungan sebesar 4 juta (104 juta - 100 juta).

Entri atas transaksi penjualan obligasi tersebut adalah:

Kas 104 juta
Investasi pada Sekuritas Utang Jangka Pendek 100 juta
Keuntungan dari Penjualan Investasi Utang 4 juta


Investasi jangka pendek ekuitas

Ketika perusahaan membeli sekuritas ekuitas, akun investasi atas sekuritas tersebut didebit senilai harga pembelian ditambah dengan biaya broker dan juga pajak yang timbul.

Namun, perlu dipahami, ketika sekuritas ekuitas tersebut dijual, maka biaya broker dan pajak tidak dimasukkan ke dalam perhitungan harga jual, akan tetapi biaya broker dan pajak tersebut merupakan pengurang harga jual.

Jika harga jual lebih tinggi dari harga beli, selisihnya merupakan keuntungan dan diakui dengan mengkreditnya sebagai keuntungan.

Jika harga beli lebih tinggi dari harga jual, selisihnya merupakan kerugian dan diakui dengan mendebitnya sebagai kerugian.

Entri pembelian investasi jangka pendek ekuitas

Asumsikan PT XYZ membeli saham BRI sebanyak 1 ribu lembar dengan total harga 4,8 juta. Biaya broker adalah sebesar 9,6 ribu.

Entri atas transaksi pembelian saham tersebut adalah:

Investasi pada Sekuritas Ekuitas Jangka Pendek 4,809 juta
Kas 4,809 juta

Entri penjualan investasi jangka pendek ekuitas

Selanjutnya, PT XYZ menjual 1 ribu lembar saham BRI tersebut dengan total harga 5 juta dan membayar biaya broker sebesar 15 ribu (asumsikan tidak ada pajak).

Entri atas transaksi penjualan saham tersebut adalah:

Kas 4,985 juta
Investasi pada Sekuritas Ekuitas Jangka Pendek 4,809 juta
Keuntungan dar Penjualan Investasi Saham 176 ribu

Perhatikan entri di atas!

Kas tidak didebit sebesar 5 juta, namun dikurangkan terlebih dahulu dengan biaya broker sebesar 15 ribu.

Investasi jangka panjang (long term)

Perusahaan dapat menginvestasikan dananya dalam utang atau ekuitas perusahaan lain sebagai investasi jangka panjang.

Seperti pada investasi jangka pendek, kelebihan dana dapat menjadi alasan suatu perusahaan untuk menginvestasikan dananya dalam jangka waktu yang panjang pada instrumen utang maupun ekuitas.

Namun demikian, investasi jangka panjang, khususnya pada ekuitas, sering kali bertujuan untuk menghemat biaya. Karena dengan membeli perusahaan lain, perusahaan tidak memerlukan dua direktur keuangan atau dua direktur utama. Hal ini dapat mengurangi biaya administrasi.  

Selain itu, terkadang, investasi jangka panjang pada ekuitas perusahaan lain, bisa saja bertujuan untuk perluasan produk, wilayah pemasaran, ataupun penambahan pelanggan dan pemasok.

Investasi jangka panjang utang

Investasi jangka panjang pada sekuritas utang bisa berupa pembelian obligasi ataupun instrumen utang lainnya, yang pembayaran kembali pokoknya di atas satu tahun dan tidak dimaksudkan untuk dijual sebelum jatuh tempo.

Pada investasi jangka panjang, selisih antara nilai beli dengan nilai nominalnya, diakui sebagai agio atau diasagio obligasi, yang perlu diamortisasi.

Amortisasi dapat dilakukan dengan metode garis lurus atau suku bunga efektif.

Selanjutnya, ketika obligasi jatuh tempo, entrinya sangat sederhana, yaitu dengan mendebit kas dan mengkredit akun investasi.

Entri pembelian investasi jangka panjang utang

Asumsikan pada tanggal 2 Januari 2021 PT XYZ membeli obligasi dengan nilai nominal 100 juta dan rate kupon 10 persen pada harga 103. Jangka waktu jatuh tempo adalah 10 tahun.

Entri atas transaksi pembelian obligasi tersebut adalah:

Investasi pada Sekuritas Utang Jangka Panjang 100 juta
Agio Obligasi 3 juta
Kas 103 juta

Entri penerimaan pembayaran kupon

Kupon obligasi sebesar 10 juta (10% x 100 juta) dibayar tahunan tiap tanggal 31 Desember.

Entri atas penerimaan pembayaran kupon pada tanggal 31 Desember tersebut adalah:

Kas 10 juta
Pendapatan Bunga 10 juta

Entri atas amortisasi agio obligasi

Karena harga jual obligasi di atas nilai nominal, maka ada agio sebesar 3 juta. Amortisasi atas agio tersebut adalah sebesar 300 ribu per tahun (3 juta / 10 tahun).

Entri atas amortisasi agio tersebut adalah:

Pendapatan Bunga 300 ribu
Agio Obligasi 300 ribu


Beberapa variasi dari pencatatan investasi jangka panjang pada obligasi adalah ketika harga obligasi di bawah nilai nominalnya.

Atas hal tersebut, maka timbul diskon dan dicatat dengan mengkredit disagio obligasi sebesar selisih harga beli dengan nilai nominalnya.

Untuk amortisasi disagio dicatat dengan mendebit akun Disagio Obligasi dan mengkredit akun Pendapatan Bunga.

Entri atas penjualan obligasi sebelum jatuh tempo

Setelah 5 tahun, PT XYZ memutuskan untuk menjual investasi obligasinya tersebut dengan harga 97 juta karena membutuhkan dana untuk kegiatan operasionalnya.

Entri atas transaksi penjualan tersebut adalah:

Kas 97 juta
Kerugian Penjualan Sekuritas 4,5 juta
Investasi pada Sekuritas Utang Jangka Panjang 100 juta
Agio Obligasi 1,5 juta

Nilai agio obligasi sebesar 1,5 juta merupakan sisa agio obligasi yang belum diamortisasi selama 5 tahun (3 juta - (300 ribu x 5 tahun)).

Investasi jangka panjang ekuitas

Investasi jangka panjang pada sekuritas ekuitas merupakan pembelian saham perusahaan lain untuk dimiliki dalam jangka panjang.

Untuk investasi jangka panjang ekuitas akan saya bahas pada tulisan saya selanjutnya.

Intinya, akuntansi atas investasi pada saham sangat bergantung pada seberapa signifikan pengaruh investor atas kegiatan operasional dan keuangan perusahaan penerbit saham.

Suatu investasi dikatakan tidak signifikan bila kepemilikan hanya berkisar di bawah 20 persen dari total saham yang beredar. Investor melakukan pencatatan dengan metode biaya.

Kemudian, kepemilikan di antara 20 persen hingga 50 persen saham beredar barulah dapat dikatakan signifikan. Investor melakukan pencatatan dengan metode ekuitas

Terakhir, pada kepemilikan lebih dari 50 persen saham beredar, si investor bertindak sebagai pengendali dan perlu membuat laporan keuangan konsolidasi. 


Sekian tulisan saya mengenai investasi pada sekuritas utang dan ekuitas dalam akuntansi.

Stay safe and stay healthy. Take care!

Post a Comment for "Investasi pada Sekuritas Utang dan Ekuitas dalam Akuntansi"