Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Setara Kas: Investasi Jangka Pendek

Setara kas investasi jangka pendek

Kalau kamu melihat laporan neraca, hampir pasti yang pertama kali kamu temukan adalah akun kas dan setara kas. 

Untuk pengertian kas, tentu kamu sudah memahaminya.

Namun, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan setara kas (cash equivalent)?

Setara kas merupakan suatu investasi jangka pendek, yang dapat dikonversi menjadi kas dengan cepat dan mudah melalui mekanisme pasar uang, serta nilai investasinya itu sendiri tidak berubah secara drastis dalam periode yang singkat.

Singkatnya, ketika kebutuhan perusahaan akan kas meningkat, setara kas yang merupakan suatu investasi bebas risiko, dapat dijual dengan cepat, tanpa mengalami perubahan nilai yang signifikan.

Investasi jangka pendek

Investasi jangka pendek dan surat-surat berharga adalah suatu istilah untuk menggambarkan berbagai investasi yang dimiliki perusahaan. 

Suatu investasi bisa dikatakan marketable, bila dapat diperjualbelikan di pasar uang, seperti Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan deposito. 

Namun, tidak hanya pasar uang, perusahaan mungkin saja berinvestasi pada produk-produk dari pasar modal, seperti obligasi dan saham. 

Investasi ini bisa diklasifikasikan sebagai investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang. 

Sekuritas utang dan sekuritas ekuitas adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan investasi pada obligasi dan investasi pada saham.

Sekuritas utang

Apabila suatu perusahaan membeli sekuritas utang, seperti obligasi perusahaan, artinya perusahaan tersebut memberikan pinjaman kepada perusahaan penerbit obligasi, dan akan menerima pembayaran bunga pada periode-periode yang telah ditentukan, biasanya enam bulan sekali, serta pembayaran kembali pokok pinjaman pada tanggal jatuh tempo obligasi, biasanya beberapa tahun setelah tanggal penerbitan.

Walaupun tanggal jatuh tempo bisa bertahun-tahun lamanya, namun obligasi bisa diperjualbelikan di pasar sekunder. 

Nilai obligasi itu sendiri bisa berubah-ubah sepanjang waktu, bergantung pada suku bunga pasar yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan persepsi investor. 

Untuk lebih memahami mengenai perubahan nilai obligasi, kamu dapat membaca tulisan berikut "Menghitung Harga Wajar Obligasi".

Sekuritas ekuitas

Sekuritas ekuitas, seperti saham, merepresentasikan kepemilikan atas suatu perusahaan. 

Perusahaan yang berinvestasi pada instrumen saham, tidak dijanjikan uang atau pembayaran dalam jumlah tertentu. 

Harga pasar suatu saham, secara teori, seharusnya makin tinggi apabila perusahaan penerbit saham tersebut memiliki kinerja yang baik, meskipun pada kenyataannya, kinerja perusahaan bukan satu-satunya faktor dari kenaikan ataupun penurunan harga sahamnya.

Jadi, baik suatu perusahaan berinvestasi pada sekuritas utang maupun sekuritas ekuitas, perusahaan tersebut dapat memutuskan untuk memegangnya selama bertahun-tahun, menjualnya pada hari yang sama dengan waktu pembeliannya, ataupun menjualnya pada waktu yang telah ditentukan, berdasarkan harga pasarnya.

Investasi pada sekuritas utang dan ekuitas di neraca

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, investasi pada sekuritas utang ataupun ekuitas dapat diklasifikasikan di neraca sebagai aset lancar ataupun investasi jangka panjang, tergantung tujuan perusahaan atas investasi tersebut.

Apabila investasi perusahaan hanya bertujuan memanfaatkan kas yang idle, dengan harapan bahwa investasinya dapat memberikan pengembalian berupa bunga, dividen, atau kenaikan harga pasar dari instrumen investasinya, maka perusahaan akan mengklasifikasikan investasi tersebut sebagai aset lancar. 

Namun, bila investasi perusahaan bertujuan untuk menjaga hubungan dengan perusahaan lain, seperti misalnya pemasok ataupun mendirikan perusahaan patungan dengan  perusahaan lain, maka perusahaan akan mengklasifikasikan investasinya sebagai investasi jangka panjang.

Jadi, balik lagi ke awal, bahwa niat dan tujuan utama dari investasi suatu perusahaanlah yang menentukan klasfikasi dari investasinya di neraca. 

Di laporan neraca, investasi surat berharga biasa disajikan sebagai sekuritas trading, available for sale, atau held to maturities.

Sekuritas trading

Sekuritas trading merupakan istilah investasi oleh perusahaan, yang portofolio investasinya, baik sekuritas utang maupun sekuritas ekuitas, dikelola secara aktif, untuk menghasilkan keuntungan jangka pendek atas perubahan harga pasar, bunga, dan juga dividennya. 

Investasi yang demikian, diklasifikasikan di neraca sebagai aset lancar, sebagai sub-akun dari akun kas dan setara kas, yang dapat segera dijual, bila perusahaan membutuhkan kas. 

Kenaikan atau penurunan harga pasar, bunga, dan dividennya, dilaporkan di laporan laba rugi 

Perlakuan sekuritas trading di neraca, sedikit berbeda dengan perlakuan aset lainnya yang mengikuti prinsip konservatif, di mana aset harus dilaporkan di neraca, senilai harga perolehannya, atau disesuaikan di bawah harga perolehan, bila terjadi penurunan nilai pasar,  namun tidak disesuaikan di atas harga perolehan, bila terjadi kenaikan harga pasar. 

Sekuritas trading, awalnya disajikan sesuai nilai perolehan di neraca, tetapi selanjutnya disesuaikan sesuai nilai pasar, bahkan ketika harga pasarnya lebih tinggi dari harga perolehannya.  

Asumsikan pada akhir tahun, di neraca PT Jiwasmini terdapat investasi yang dibeli dengan harga 1 miliar, dengan nilai pasarnya saat ini adalah 1,2 miliar. Apabila investasi tersebut dijual sekarang, maka PT Jiwasmini akan melaporkan keuntungan penjualan investasi senilai 200 juta. Namun, PT Jiwasmini memutuskan untuk menahan investasi tersebut dan melaporkannya di neraca dengan nilai pasarnya saat ini sebesar 1,2 miliar. Bagaimanakah PT Jiwasmini melaporkan kenaikan sebesar 200 juta tersebut? Pada periode ini PT Jiwasmini, juga menghasilkan 100 juta dari dividen dan bunga, serta mengalami kerugian atas penjualan investasinya senilai 20 juta.

NERACA
Aset Lancar
Investasi pada sekuritas trading    1,200,000,000
(1,2 M nilai pasar, 1 M nilai perolehan)
LABA RUGI
Pendapatan dan Beban Lainnya
Dividen dan Bunga    100,000,000
Kerugian Penjualan Investasi    (20,000,000)
Laba belum terealisasi atas sekuritas trading    200,000,000

Kenaikan harga pasar investasi dilaporkan oleh perusahaan sebagai laba belum terealisasi, karena investasi tersebut belum dijual dan labanya belum terealisasi. Sebaliknya, bila terjadi penurunan harga pasar investasi, maka perusahaan akan melaporkannya sebagai rugi belum terealisasi.

Sekuritas available for sale

Beberapa perusahaan berinvestasi pada surat berharga untuk tujuan mendapatkan keuntungan dari dividen dan bunga. 

Namun, bila perusahaan sangat membutuhkan uang, maka investasi ini dapat dijual untuk memeperoleh kas segar, tetapi bila tidak membutuhkan uang, maka perusahaan bisa memegang investasi ini selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya. 

Investasi yang demikian, biasa disebut dengan sekuritas available for sale.

Sama seperti sekuritas trading, sekuritas available for sale dinilai di neraca sesuai dengan harga pasarnya. 

Kemudian, keuntungan atau kerugian atas penjualan sekuritas, bunga, dan dividennya dilaporkan di laporan laba rugi. 

Namun demikian, berbeda dengan sekuritas trading, pada sekuritas available for sale, laba atau rugi yang belum terealisasi, dilaporkan di neraca sebagai akumulasi pendapatan komperhensif lainnya, pada bagian ekuitas pemilik.

Untuk memudahkan pemahaman atas hal tersebut, saya akan menggunakan contoh kasus sebelumnya pada PT Jiwasmini, namun kali ini investasinya tidak diklasifikasikan sebagai sekuritas trading, namun sebagai sekuritas available for sale.

NERACA
Aset Lancar
Investasi pada sekuritas AFS    1,200,000,000
(1,2 M nilai pasar, 1 M nilai perolehan)
Ekuitas Pemilik
Akumulasi Pendapatan Komperhensif Lainnya
   Laba belum terealisasi atas sekuritas available for sale    200,000,000
LABA RUGI
Pendapatan dan Beban Lainnya
Dividen dan Bunga    100,000,000
Kerugian Penjualan Investasi    (20,000,000)

Sekuritas held to maturity

Apabila suatu perusahaan atau investor menginvestasikan dananya pada instrumen obligasi, artinya baik secara langsung ataupun tidak langsung, perusahaan tersebut memberikan pinjaman kepada perusahaan penerbit obligasi. 

Investor akan menerima kupon pada periode yang telah ditentukan, bisa tiga bulan sekali, enam bulan sekali, atau bahkan setahun sekali. 

Selanjutnya, investor juga akan menerima pembayaran kembali pokok pada waktu yang telah dijanjikan.

Harga obligasi berfluktuasi sepanjang waktu, bergantung pada tingkat suku bunga pasar. 

Investor dapat memegang obligasi tersebut hingga jatuh tempo atau menjualnya ke investor lain pada harga pasar. 

Ketika investasi pada instrumen obligasi ditujukan sebagai sekuritas trading atau available for sale, maka penerimaan pembayaran kupon akan dilaporkan sebagai pendapatan di laporan laba rugi, sedangkan nilai investasi obligasi di neraca akan mengikuti harga pasar, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Akan tetapi, bila suatu perusahaan berniat untuk memegang obligasi hingga tanggal jatuh temponya, maka pada neraca, investasi tersebut akan diklasifikasikan sebagai investasi jangka panjang, bukan sebagai sub-akun dari kas dan setara kas. Investasi ini disebut dengan held to maturity.

Tidak seperti sekuritas trading dan available for sale, nilai investasi held to maturity di neraca tidak disesuaikan dengan nilai pasarnya, hanya berdasarkan nilai awal investasinya saja. 


Sekian tulisan saya mengenai investasi jangka pendek sebagai bagian dari setara kas di laporan neraca. Pada lain kesempatan, saya akan menjelaskan mengenai held to maturity di bahasan mengenai investasi jangka panjang.

Stay safe and stay healthy. Take care!

Post a Comment for "Setara Kas: Investasi Jangka Pendek"