Advertisement

Ad Code

Setara Kas: Investasi Jangka Pendek

Setara Kas Investasi Jangka Pendek

Setara kas, bersama akun kas, merupakan akun teratas yang berada di neraca perusahaan bagian aset.

Untuk pengertian kas, tentu kamu sudah memahaminya. Namun, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan setara kas (cash equivalent)?

Setara kas merupakan suatu investasi jangka pendek, yang dapat dikonversi menjadi kas dengan cepat dan mudah melalui mekanisme pasar uang, serta nilai investasinya itu sendiri tidak berubah secara drastis dalam periode yang singkat.

Singkatnya, ketika kebutuhan perusahaan akan kas meningkat, setara kas yang merupakan suatu investasi bebas risiko, dapat dijual dengan cepat, tanpa mengalami perubahan nilai yang signifikan.

Pada tulisan ini, saya akan menjelaskan mengenai jenis-jenis instrumen yang biasa dijadikan investasi jangka pendek dan juga penyajiannya di laporan keuangan.

1. Investasi Jangka Pendek: Sekuritas Utang dan Ekuitas

Investasi jangka pendek surat berharga adalah suatu istilah untuk menggambarkan berbagai investasi yang setara dengan kas yang dimiliki oleh perusahaan. 

Suatu investasi bisa dikatakan setara kas bila investasi tersebut marketable atau dapat diperjualbelikan di pasar uang, seperti Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan deposito. 

Namun, tidak hanya pasar uang, perusahaan mungkin saja berinvestasi pada produk-produk dari pasar modal, seperti obligasi dan saham. 

Investasi ini bisa diklasifikasikan sebagai investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang. 

Sekuritas utang dan sekuritas ekuitas adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan investasi pada obligasi dan investasi pada saham.

1.1. Investasi Jangka Pendek: Keuntungan dari Sekuritas Utang

Apabila suatu perusahaan membeli sekuritas utang seperti obligasi perusahaan, artinya, perusahaan tersebut memberikan pinjaman kepada perusahaan penerbit obligasi dan akan menerima pembayaran bunga pada periode-periode yang telah ditentukan serta pembayaran kembali pokok pinjaman pada tanggal jatuh tempo obligasi.

Walaupun tanggal jatuh tempo bisa bertahun-tahun lamanya, namun, obligasi dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. 

Nilai obligasi itu sendiri bisa berubah-ubah sepanjang waktu, bergantung pada suku bunga pasar yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan juga persepsi investor. 

Inilah mengapa investasi pada obligasi dapat dikategorikan sebagai aset lancar yang setara dengan kas, karena bila dipegang dengan tujuan investasi jangka pendek, perusahaan dapat menjualnya ketika membutuhkan uang.

Keuntungan memegang obligasi sebagai investasi jangka pendek dibandingkan kas keras adalah perusahaan dapat menerima kupon serta keuntungan (gain) dari kenaikan nilai obligasi di pasar yang biasanya lebih tinggi dari bunga deposito ataupun produk pasar uang lainnya.

Untuk lebih memahami mengenai perubahan valuasi obligasi, kamu dapat membaca tulisan saya mengenai cara menghitung harga wajar obligasi".

1.2. Investasi Jangka Pendek pada Sekuritas Ekuitas: Implikasi dan Potensi Return

Sekuritas ekuitas seperti saham merepresentasikan kepemilikan atas suatu perusahaan. 

Salah satu karakteristik instrumen saham adalah perusahaan atau investor yang berinvestasi pada instrumen saham tidak dijanjikan uang atau pembayaran dalam jumlah tertentu. 

Harga pasar suatu saham, secara teori, seharusnya makin tinggi apabila perusahaan penerbit saham tersebut memiliki kinerja yang baik. 

Namun demikian, pada kenyataannya, kinerja perusahaan bukan satu-satunya faktor dari kenaikan ataupun penurunan harga sahamnya.

Sama seperti investasi pada sekuritas utang, perusahaan yang menginvestasikan kas menganggurnya pada instrumen saham dapat menerima keuntungan berupa kenaikan nilai pasar saham serta pembayaran dividen.

Beberapa saham perusahaan tbk sendiri merupakan salah satu surat berharga yang paling likuid dan hanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk dikonversi menjadi kas.

Jadi, baik suatu perusahaan berinvestasi pada sekuritas utang maupun sekuritas ekuitas, perusahaan tersebut dapat memutuskan untuk memegangnya selama bertahun-tahun, menjualnya pada hari yang sama dengan waktu pembeliannya, ataupun menjualnya pada waktu yang telah ditentukan berdasarkan harga pasarnya.

2. Aset Lancar: Investasi Sekuritas Jangka Pendek

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, investasi pada sekuritas utang ataupun ekuitas dapat diklasifikasikan di neraca sebagai investasi jangka pendek (aset lancar setara kas) ataupun investasi jangka panjang, tergantung tujuan perusahaan atas investasi tersebut.

Apabila investasi perusahaan hanya bertujuan memanfaatkan kas yang idle, dengan harapan bahwa investasinya dapat memberikan pengembalian berupa bunga, dividen, atau kenaikan harga pasar dari instrumen investasinya, maka, perusahaan akan mengklasifikasikan investasi tersebut sebagai aset lancar. 

Namun, bila investasi perusahaan bertujuan untuk menjaga hubungan dengan perusahaan lain, seperti misalnya pemasok ataupun mendirikan perusahaan patungan dengan  perusahaan lain, maka, perusahaan akan mengklasifikasikan investasinya sebagai investasi jangka panjang.

Jadi, balik lagi ke awal, bahwa niat dan tujuan utama dari investasi suatu perusahaanlah yang menentukan klasfikasi dari investasinya di neraca. 

Di laporan neraca, investasi surat berharga biasa disajikan sebagai sekuritas trading, available for sale, atau held to maturities.

2.1. Investasi Sekuritas Trading: Perlakuan Neraca dan Laba Rugi

Sekuritas trading merupakan istilah investasi jangka pendek perusahaan, yang portofolio investasinya, baik sekuritas utang maupun sekuritas ekuitas, dikelola secara aktif, untuk menghasilkan keuntungan jangka pendek atas perubahan harga pasar, bunga, dan juga dividennya. 

Investasi yang demikian, diklasifikasikan di neraca sebagai aset lancar, sebagai sub-akun dari akun kas dan setara kas, yang dapat segera dijual bila perusahaan membutuhkan kas. 

Kenaikan atau penurunan harga pasar, serta penerimaan bunga atau dividennya dilaporkan di laporan laba rugi 

Perlakuan sekuritas trading di neraca sedikit berbeda dengan perlakuan aset lainnya yang mengikuti prinsip konservatif, di mana aset harus dilaporkan di neraca senilai harga perolehannya atau disesuaikan di bawah harga perolehan, bila terjadi penurunan nilai pasar,  namun, tidak disesuaikan di atas harga perolehan, bila terjadi kenaikan harga pasar. 

Pada sekuritas trading, awalnya disajikan sesuai nilai perolehan di neraca, tetapi selanjutnya, disesuaikan sesuai nilai pasar, bahkan ketika harga pasarnya lebih tinggi dari harga perolehannya.  

Asumsikan pada akhir tahun, di neraca PT Jiwasmini terdapat investasi yang dibeli dengan harga 1 miliar, dengan nilai pasarnya saat ini adalah 1,2 miliar. Apabila investasi tersebut dijual sekarang, maka, PT Jiwasmini akan melaporkan keuntungan penjualan investasi senilai 200 juta. Namun, PT Jiwasmini memutuskan untuk menahan investasi tersebut dan melaporkannya di neraca dengan nilai pasarnya saat ini sebesar 1,2 miliar. Bagaimanakah PT Jiwasmini melaporkan kenaikan sebesar 200 juta tersebut? Pada periode ini juga, PT Jiwasmini menghasilkan 100 juta dari dividen dan bunga, serta mengalami kerugian atas penjualan investasinya senilai 20 juta.

NERACA
Aset Lancar
Investasi pada sekuritas trading    1,200,000,000
(1,2 M nilai pasar, 1 M nilai perolehan)
LABA RUGI
Pendapatan dan Beban Lainnya
Dividen dan Bunga    100,000,000
Kerugian Penjualan Investasi    (20,000,000)
Laba belum terealisasi atas sekuritas trading    200,000,000

Perhatikan!

Nilai sekuritas trading tersebut dilaporkan di neraca senilai harga pasarnya pada saat tanggal laporan.

Kenaikan harga pasar investasi dilaporkan oleh perusahaan di laporan laba rugi bagian pendapatan dan beban lainnya sebagai laba belum terealisasi karena investasi tersebut belum dijual dan labanya belum terealisasi. 

Sebaliknya, bila terjadi penurunan harga pasar investasi, maka, perusahaan akan melaporkannya sebagai rugi belum terealisasi.

2.2. Sekuritas Available for Sale: Perlakuan Neraca dan Laba Rugi

Beberapa perusahaan berinvestasi pada surat berharga untuk tujuan mendapatkan keuntungan dari dividen dan bunga. 

Namun, bila perusahaan sangat membutuhkan uang, maka investasi ini dapat dijual untuk memeperoleh kas segera, tetapi bila tidak membutuhkan uang, maka, perusahaan bisa memegang investasi ini selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya. 

Investasi yang demikian biasa diklasifikasikan sebagai sekuritas available for sale, suatu investasi yang berada di tengah investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang.

Meskipun berada di tengah-tengah, dalam hal penyajiannya, sekuritas available for sale masih dikategorikan sebagai aset lancar setara kas.

Sama seperti sekuritas trading, sekuritas available for sale dinilai di neraca sesuai dengan harga pasarnya. Kemudian, keuntungan atau kerugian atas penjualan sekuritas, bunga, dan dividennya dilaporkan di laporan laba rugi. 

Namun demikian, berbeda dengan sekuritas trading, laba atau rugi yang belum terealisasi pada sekuritas available for sale dilaporkan di neraca sebagai akumulasi pendapatan komperhensif lainnya pada bagian ekuitas pemilik (neraca).

Untuk memudahkan pemahaman atas hal tersebut, saya akan menggunakan contoh kasus sebelumnya pada PT Jiwasmini, namun, kali ini investasinya tidak diklasifikasikan sebagai sekuritas trading, tapi sebagai sekuritas available for sale.

NERACA
Aset Lancar    
Investasi pada sekuritas AFS    1,200,000,000
(1,2 M nilai pasar, 1 M nilai perolehan)
Ekuitas Pemilik
Akumulasi Pendapatan Komperhensif Lainnya
   Laba belum terealisasi atas sekuritas available for sale    200,000,000
LABA RUGI
Pendapatan dan Beban Lainnya
Dividen dan Bunga    100,000,000
Kerugian Penjualan Investasi    (20,000,000)

Perhatikan!

Sama seperti sekuritas trading, sekuritas available for sale juga dilaporkan di neraca senilai harga pasarnya pada saat tanggal laporan.

Namun, perbedaannya adalah kenaikan atau penurunan dari nilai surat berharga tersebut dilaporkan sebagai penambah atau pengurang nilai ekuitas pemilik sebagai laba atau rugi belum terealisasi.

2.3. Investasi Jangka Pendek vs. Held to Maturity: Pengelolaan Obligasi di Neraca

Sebenarnya, klasifikasi held to maturity bukanlah merupakan klasifikasi untuk investasi jangka pendek perusahaan karena klasifikasi ini digunakan untuk instrumen surat berharga yang dipegang hingga jatuh tempo.

Namun demikian, saya akan sedikit menyinggungnya pada tulisan ini.

Jadi, apabila suatu perusahaan atau investor menginvestasikan dananya pada instrumen obligasi, artinya, baik secara langsung ataupun tidak langsung, perusahaan tersebut memberikan pinjaman kepada perusahaan penerbit obligasi. 

Investor akan menerima kupon pada periode yang telah ditentukan, bisa tiga bulan sekali, enam bulan sekali, atau bahkan setahun sekali. Selanjutnya, investor juga akan menerima pembayaran kembali pokok pada waktu yang telah dijanjikan.

Harga obligasi berfluktuasi sepanjang waktu, bergantung pada tingkat suku bunga pasar. Investor dapat memegang obligasi tersebut hingga jatuh tempo atau menjualnya ke investor lain pada harga pasar. 

Ketika investasi pada instrumen obligasi ditujukan sebagai sekuritas trading atau available for sale, maka, penerimaan pembayaran kupon akan dilaporkan sebagai pendapatan di laporan laba rugi, sedangkan nilai investasi obligasi di neraca akan mengikuti harga pasar, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Akan tetapi, bila suatu perusahaan berniat untuk memegang obligasi hingga tanggal jatuh temponya, maka, pada neraca, investasi tersebut akan diklasifikasikan sebagai investasi jangka panjang, bukan sebagai sub-akun dari kas dan setara kas. Investasi ini diklasifikasikan sebagai held to maturity.

Tidak seperti sekuritas trading dan available for sale, nilai investasi held to maturity di neraca tidak disesuaikan dengan nilai pasarnya dan mengikuti prinsip konservatif yang menyajikannya berdasarkan nilai awal perolehan investasinya saja. 

3. Penutup

Setara kas, atau cash equivalents, merupakan investasi jangka pendek yang dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai tanpa terlalu kehilangan nilainya. Contoh setara kas adalah instrumen pasar uang seperti sertifikat deposito, serta beberapa jenis sekuritas seperti obligasi dan saham.

Perusahaan dapat mengklasifikasikan investasinya pada setara kas sebagai aset lancar (current assets) atau aset tetap (long-term assets), tergantung pada tujuan awal investasinya. Jika investasi tersebut dipegang untuk menghasilkan keuntungan jangka pendek, dikategorikan sebagai aset lancar. Namun, jika investasi tersebut memiliki tujuan strategis jangka panjang, seperti menjaga hubungan dengan perusahaan lain atau membentuk usaha patungan, maka diklasifikasikan sebagai investasi jangka panjang.

Dalam laporan keuangan, setara kas disajikan di neraca pada aset lancar (current assets). Lebih lanjut, setara kas dapat dikategorikan sebagai trading, available-for-sale, atau held-to-maturity. Klasifikasi ini bergantung pada niat perusahaan dan sifat dari investasi itu sendiri.

Sekuritas trading adalah investasi yang dikelola secara aktif dengan tujuan menghasilkan keuntungan jangka pendek melalui fluktuasi pasar, bunga, dan dividen. Efek ini dilaporkan pada nilai wajar (fair value) di neraca, dan keuntungan atau kerugiannya diakui dalam laporan laba rugi.

Sekuritas available-for-sale adalah investasi yang dipegang bukan untuk keperluan trading. Meski investasi ini dapat dijual jika perusahaan membutuhkan kas secara mendesak, namun tujuan awalnya adalah memegang dalam jangka waktu yang lebih lama. Sekuritas ini dilaporkan pada nilai wajar di neraca, dan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dicatat sebagai bagian dari laba rugi komprehensif di ekuitas neraca.

Sekuritas held-to-maturity merupakan investasi yang dipegang hingga jatuh tempo, seringnya berupa obligasi. Investasi ini diklasifikasikan sebagai investasi jangka panjang. Agio atau disagionya diamortisasi bersamaan dengan pendapatan bunga. Bunga yang diterima sendiri diakui sebagai pendapatan bunga dalam laporan laba rugi.

Penting bagi perusahaan untuk mengklasifikasikan dan mengungkapkan setara kas dengan tepat agar memberikan gambaran yang tepat mengenai posisi keuangan dan likuiditasnya. 

Sekian tulisan saya mengenai investasi jangka pendek sebagai bagian dari setara kas. Pada lain kesempatan, saya akan menjelaskan mengenai investasi jangka panjang yang dipegang hingga jatuh tempo, baik untuk sekuritas ekuitas maupun sekuritas utang.

Stay safe and stay healthy. Take care!

Post a Comment

0 Comments

Comments